Analisis Cakupan Kesehatan Ibu dan Kematian Ibu di Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat, @arali2008. Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, kematian ibu di Polewali Mandar dari data yang ada, disimpulkan : cenderung turun karena cakupan pelayanan kesehatan ibu terutama K4  dan Persalinan oleh tenaga kesehatan semakin tahun semakin membaik. Kecenderungannya yang terus turun ini menempatkannya pada posisi kematian terendah di 5 Kabupaten Propinsi Sulawesi Barat, namun sayang pejabat-pejabat Propinsi Sulawesi Barat kadang salah dalam menginterpretasikannya  dengan mengatakan “Kematian Ibu di Polewali Mandar paling tinggi di Sulawesi Barat”

Cakupan pelayanan Kesehatan ibu adalah  cakupan berdasarkan data  pencapaian Standar Pelayanan Minimal kesehatan (SPM-Kes)  untuk kegiatan pelayanan kesehatan ibu cakupan tersebut adalah (1) Cakupan kunjungan  peneriksaan ibu hamil  pada  tribulan pertama kehamilan (K1). (2). Cakupan kunjungan pemeriksaan ibu hamil  minimal satu kali pada  tribulan pertama, satu kali pada tribulan kedua dan dua kali pada tribulan ketiga (K4). (3) Cakupan Persalinan  oleh Tenaga Kesehatan. (4). Cakupan Pelayanan Nifas. (5). Rasio bidan terhadap jumlah penduduk

Dan  Kematian ibu adalah jumlah kematian ibu maternal (hamil, bersalin dan nifas) yang disebabkan oleh factor-faktor resiko kesehatan kehamilan yang ditemukan pada ibu hamil dan menyebabkan kesakitan dan kematian.

Analisis cakupan pelayanan dan kematian ibu adalah analisis capaian-capaian dari kegiatan (program) kesehatan ibu yang dihubungkan langsung dengan jumlah kematian ibu, analisis ini  dilakukan dengan :

  1. Analisis antar waktu dan Analisis antar wilayah atau analisis komparatif yaitu upaya menjelaskan data dengan membandingkan karakteristik  data wilayah yang satu dengan wilayah yang lainnya atau perbandingan data antar waktu
  2. Analisis kecenderungan yaitu upaya untuk menjelaskan data dengan membadingkan data antar waktu dalam periode yang relative panjang, misalnya kecenderungan  jumlah kematian ibu di kabupaten Polewali Mandar  dalam lima tahun terakhir.
  3. Analisis keterkaitan atau analisis hubungan antar variabel yaitu upaya untuk menjelaskan hubungan / keterkaitan antar varibal yang satu dengan yang lainnya. Misalnya cakupan K4 Ibu hamil dengan Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan masa nifas.

Pada tulisan ini penulis akan mencoba menyajikan dua cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu  yaitu Cakupan Pelayanan K4 dan Cakupan persalinan dan kecenderungan terjadinya jumlah kemaaian ibu di Polewali Mandar selama tahun 2006-2010

Cakupan Kunjungan K4 Ibu Hamil dan Kematian Ibu

Di Kabupaten Polewali Mandar selama 5 tahun terakhir ( 2006-2010) terlihat kecenderungan cakupan kunjungan K4 Ibu hamil, pencapaiannya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Rata-rata peningkatan  pertahunnya berkisar 1-5 %, kecuali ditahun 2009 peningkatan dari tahun 2008 ke 2009 mencapai 10% ( dari 70.36% ke 80.42%).

Sebenarnya peningkatan sampai dengan 10 % ini adalah peningkatan yang tidak wajar, karena di tahun 2008-2009 tidak ada kegiatan yang signifikan terutama yang bersifat penggerakan untuk peningkatan cakupan K4, hanya ada satu alasan  yang bisa menjelaskan ini yaitu berhubungan dengan kesalahan sistem pencatatan dan pelaporan kohort yang belum difahami dengan  baik dan benar oleh beberapa bidan terutama bidang PTT (Tidak Tetap). Kesalahan tersebut adalah menetapkan pemeriksaan kesehatan ibu hamil  yang keempat kalinya sebagai K4  padahal ibu hamil tersebut tidak memeriksaan kehamilannya pada tribulan pertama. Namun demikian kecenderungan peningkatan cakupan K4  bila dihubungkan dengan terjadi kematian ibu di kabupaten Polewali terlihat sangat jelas polanya yaitu ada kecenderungan terjadi penuruanan kematian ibu selama 5 tahun terakhir karena semakin membaiknya  cakupan pemeriksaaan  kesehatan ibu hamil dengan standar pelayanan K4.

Persalinan Tenaga Kesehatan dan  Kematian Ibu

Pada gambar yang memperlihatkan cakupan persalinan tenaga kesehatan dan jumlah kematian ibu di Kabupaten Polewali Mandar selama tahun 2006-2010 terlihat bahwa  ditahun 2006-2008 semakin tinggi cakupan persalinan ada kecederungan sedikit naik (tinggi) jumlah kejadian kematian ibu, nanti ditahun 2009- 2010, semakin tinggi cakupan persalinan semakin rendah jumlah kematian ibu. Data Data dan gambar ini ada dua hal bisa menjelaskan yaitu

  1. Normalnya semakin tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan semakin rendah terjadi kematian ibu, namun karena data menunjukkan sebaliknya semakin tinggi cakupan persalinan semakin tinggi pula jumlah kematian, tentunya ini sangat berhubungan dengan ketidak patuhan tenaga kesehatan (bidan) yang berkerja di masyarakat  untuk bekerja sesuai prosedur operasional persalinan terutama yang berhubungan dengan persalinan yang harus dilakukan oleh bidan dan persalinan yang harus dirujuk. Data yang dapat menunjukkan ini adalah tempat terjadinya kematian ibu, selama tiga tahun tersebut  sebagian besar terjadi di masyarakat (dirumah ibu hamil), jika dibanding dengan kematian pada unit- unit pelayanan kesehatn mislanya di RSUD Polewali.
  2. Sebaliknya normalnya hubungan tinggi cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan menunjukkan rendah terjadi kematian ibu, bahwa tenaga kesehatan  (bidan) ketika melakukan atau menemukan factor resiko persalinan,  langsung direkomendasikan untuk dilakukan rujukan. Permasalahannya adalah  rujukan yang  dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Daerah Polewali kurang dapat memberikan  pelayanan yang maksimal, sehingga data kematian menunjukkan selama tahun 2009-2010 sebagian besar terjadi di RSUD Polewali.

Dalam analisis ini  ada dua hal penting yang menjadi catatan  dalam penerapan SPM (Standar Pelayanan Minimal Kesehatan (SPM-Kes)

  1. SPM-Kes yang terdiri dari 18 Indikator, dalam penerapannya  dibatasi hanya pada Standar Pelayanan Minimal  tingkat Kabupaten
  2. SPM-Kes pada  pada penerapannya di tingkat pelayanan kesehatan misalnya pada puskesmas tetap menggunakan  indictor-indiktor yang telah ada dan atau penggunaannya digunakan sebagai indikator kinerja.

Hal penting lain yang menjadi perhatian penyajian data dan informasi pelayanan kesehatan ibu adalah data dan informasi kematian ibu  terjadi yang kadang salah dalam menginterpretasikan dan memaknainya, diantaranya  adalah

Pertama; Dalam penyajian angka kematian ibu, tetap mengunakan standar nasional atau pencapaian Nasional sebagai  indicator target Kematian ibu di tingkat Propinsi dan Kabupaten. Angaka Kematian Ibu secara nasional adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, target ini harus digunakan oleh semua kabupaten di seluruh Indonesia sebagai pembanding antar wilayah kabupaten maupun propinsi, sehingga capaian keseluruhannya semua kabupaten  yang dikumulatifkan dalam propinsi  akan menggambarkan capaian nasional, nantinya akan terlihat ada kabupaten yang cakupannya diatas nasional dan ada yang dibawah nasional. Angka pembanding selain target Nasional bisa juga dipakai target atau capaian Propinsi sebagai turunan dari target atau capaian nasional, hasilnya nantinya juga akan terlihat Kabupaten yang capaiannya berada diatas Propinsi dan dibawah propinsi.

Kedua : Karena pada point 1 (bagian pertama) target nasional yang digunakan menggunakan konstanta 100.000 kelahiran hidup. Dan oleh  Departemen Kesehatan  RI menjelaskan  bahwa  bagi kabupaten dan propinsi, maka disarangkan menggunakan jumlah (obsolut). Dan selanjutnya penggunaan jumlah (Obsolut) diinterpretasikan untuk memperkirakan frekwensi kejadiannya misalnya perbulan, perminggu, perhari ataupun perjam. Tidak dibenarkan digunakan untuk membandingkan antar wilayah kabupaten karena akan muncul interpretasi yang salah.

misalnya data kematian ibu di 5 Kabupaten Propinsi Sulawesi Barat ditahun 2010 adalah Kab. Majene dan Mamuju Utara  masing-masing ditemukan 6 kematian ibu, Polewali Mandar 13 Kematian Ibu, Kab. Mamuju 10 Kematian ibu dan Kab. Mamasa 9 kematian ibu. Maka yang terlihat adalah Jumlah Kemataian ibu di Kabupaten Polewali Mandar yang tertinggi… sekali lagi tidaklah demikian?! Justru Kabupaten Polewali Mandar adalah yang paling rendah terjadi kematian ibu, hal ini dapat diketahui bila dibandingkan dengan jumlah kelahiran hidup yang terjadi pada masing-masing kabupaten, yaitu Polewali Mandar 7.405 Kelahiran Hidup, Majene 3.285 Kelahiran hidup, 2.246 Kelahiran hidup untuk Kab. Mamasa. 5.584 kelahiran hidup untuk Kab. Mamuju dan  2.274 kelahiran hidup untuk kab. Mamuju Utara.

Baca juga tulisan terkait

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: