Sisa Makanan sebagai Indikator Berpuasa

Sisa Makanan di rumah

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.— Mamuju di Hotel D’Maleo  tertanggal 5 Agustus 2011, ketika penulis mengikuti pertemuan kedinasan dan ketika waktu berbuka telah tiba, dan semua peserta yang berpuasa  segera berbuka dan penulispun segera berbuka dengan segelas minuman air putih sebagai pelepas dahaga dan dilanjutkan dengan minum es buah, sampai disini penulis kemudian meninggalkan tempat jamuan makan untuk melaksanakan sholat magrib.

Setelah selesai sholat magrib dilanjutkan dengan makan malam yang disediakan oleh hotel, karena perut sudah terisi, penulis hanya makan secukupnya. Namun penulis sedikit heran dan juga sedih karena terlihat sebagian besar peserta yang makan mengsisakan makanan. Terbayang sisa makanan sebagai Indikator Pelayanan Gizi terutama pelayanan gizi bagi pasien di rumah sakit, semakin sedikit sisa makanan dari makanan  yang dikonsumsi oleh pasien menunjukkan tingkat asupan gizi pasien terpenuhi, artinya indikator pelayanan gizi dirumah sakit tersebut dapat dikatakan berhasil. Bagaimana dengan sisa makanan bagi orang yang berbuka puasa. Sisa makanan dapat di jadikan  sebagai indikator keberhasilan dalam melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan.

Semua orang muslim terutama yang dewasa tentunya sudah mengetahui bahwa puasa  atau berpuasa mempunyai pengertian menahan makan dan minum serta segala perbuatan yang dapat membatalkannya, dimulai dari sejak terbit fajar sampai dengan terbenam matahari atau sampai dengan waktu buka Puasa (waktu magrib).

Perintah berpuasa dari Allah SWT terdapat dalam Al.Qurran Surat Al-Baqarah Ayat 183

َيَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimna di wajibkan atas umat-umat sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Khusus mengenai menahan  makan dan minum  dengan menggunakan bahasa epidemiologi statistik “Apakah indikator keberhasilan dalam menahan makan dan minum itu?”, yang jelas  indikatornya bukanlah seseorang harus makan dan minum disiang hari karena tidak tahan lapar dan haus, kemudian dinyatakan telah gagal dalam melaksanakan  ibadah puasa alias batal, kalau pengertian  yang demikian, tentunya puasa yang dibatalkan tersebut bisa diganti dilain waktu dan puasa tersebut dinyatakan  berhasil diganti.

Sepertinya sisa makanan dapat dijadikan  sebagai indikator keberhasilan dalam melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan. Sisa Makanan yang dimaksud disini adalah sisa  makanan ketika  seseorang berbuka puasa, disamping dapat digunakan oleh induvidu yang berpuasa juga dapat dijadikan  indikator komunitas orang-orang yang berpuasa.

Sering penulis perhatikan, ketika seseorang bahkan sebagaian besar orang ketika hendak berbuka puasa, yang bersangkutan langsung minum sebanyaknya enta itu air minum, es buah atau berbagai  jenis produk minuman lainnya sebagai pelepas dahaga setelah seharian menahan haus. Tidak ditemukan permasalahan ketika orang tersebut  berbuka puasa langsung   mengkonsumsi minuman, permasalahan yang muncul adalah ketika yang bersangkutan langsung mengambil makanan untuk dikonsumsi, ia tidak menyadari bahwa isi perutnya telah  terisi dengan berbagai macam minuman dan hasil olahannya, ia mengambil makanan dalam porsi yang cukup banyak, sudah bisa dipastikan bahwa makanan yang diambil dan dikonsumsinya akan tersisa. Sisa makanan ini dalam ilmu gizi terutama dalam pelayanan makanan dijadikan sebagai Indikator  keberhasilan dalam pelayanan gizi yang diberikan. Sepertinya sisa makanan ini juga dapat dijadikan  sebagai indikator keberhasilan dalam melaksanakan Puasa di Bulan Ramadhan.

Hasil penelitian dari berbagai pelayanan gizi pada pasien, ternyata lebih banyak meninggalkan sisa makanan, sisa makanan pada pasien wanita lebih banyak dari pada sisia makanan pada pasien lelaki, penyebab utama sisa makanan untuk pelayanan gizi pasien, biasanya lebih banyak berhubungan dengan ketiadaan nafsu makan karena tubuh dalam keadaan sakit atau berpenyakit atau dalam keadaan lemah.

Sebaliknya dari beberapa pengamatan penulis pada acara-acara buka puasa bersama, ditemukan juga sisa makanan pada  mereka  yang berbuka puasa dengan langsung minum dan makan, lebih lanjut kalau diperhatikan wanita juga lebih banyak ditemukan mengsisakan makanan dari pada pria, penyebabnya buka karena  nafsu makanan tidak ada seperti banyak ditemukan pada mereka yang sedang sakit, tetapi ternyata karena adanya nafsu makan yang berlebihan, ingin makan dan minum segera karena seharian telah menahan rasa lapar dan dahaga.

Oleh karena itu sisa makanan bagi orang yang buka puasa  sebenarnya dapat dijadikan indikator keberhasilan dalam melaksanakan puasa terutama manahan  makan dan minum. Semakin tidak ada sisa makanan ketika berbuka puasa semakin berhasil seseorang dalam menahan makan dan minum di siang hari, sebaliknya semakin banyak sisa makanan menunjukkan pada seseorang yang berpuasa kurang berhasil ataupun gagal dalam puasa menahan makan dan minum.

Sisa makan bukan saja merugikan yang punya makanan alias telah membuang-buang  makanan karena biasanya makanan tersebut langsung dibuang, tetapi sebetulnya telah  membuang kesempatan orang-orang yang berlebih dalam hal makanan untuk diberikan kepada mereka-mereka (fakir miskin) yang  makan dalam sehari tidak cukup sesuai kebutuhannya atau  yang banyak menderita kekurangan dan kelaparan. Karena kita semua telah mengetahuinya  bahwa makna puasa terutama yang berhubungan dengan makan dan minum adalah bisa saling merasakan dan bisa saling berbagi tentunya ini tidak berlaku bagi mereka yang puasa tetapi ketika berbuka puasa  mengsisakan makanannya.

Sangatlah sulit untuk difahami bahwa orang yang berpuasa tetapi mengsisakan makanan ketika berbuka, akan merasakan segala kesusahan fakir miskin yang banyak menderita kelaparan dan kekurangan, Sangatlah sulit juga untuk bisa difahami akan timbul rasa suka menolong kepada orang-orang yang menderita dan serba kekurangan.

Sisa Makanan di Hotel

Dengan adanya sisa makanan ini  secara tidak langsung  bisa dinyatakan bahwa mereka yang mengsisakan makanan ketika berbuka adalah mereka tidak mempunyai rasa dan keinginan untuk saling berbagi makanan, kalau sudah demikian  apa artinya berpuasa menahan makan dan minum seharian kemudian berdalih bahwa ” saya berpuasa ini untuk merasakan sebagian manusia yang kadang tidak makan dan minum dalam kesehariannya.”

Faktanya ketika berbuka puasa dalam setiap perjamuan makanan buka puasa bersama, selalu saja masih terlihat meninggalkan sisa makanan, yang apabila dinyatakan dengan indikator keberhasilan  sisa makanan, tentunya nilainya sangatlah kurang secara induvidu, demikian juga secara komunitas, semakin banyak sisa makanan dalam suatu kelompok buka puasa bersama dapat menunjukkan bahwa secara komunitas, kelompok tersebut kurang peduli secara sosial, dan produktif dengan sebagian masyarakat yang kesulitan memperoleh makanan sehari-hari.

Sebenarnya  masalah puasa menahan makan dan minum  terutama makanan yang dikonsumsi seseorang telah ada tuntunan dari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam diantaranya adalah membagi perut menjadi tiga bagian, yaitu sepertiga untuk makanan, sepertiga untuk minum dan sepertiga untuk bernafas: “Tidaklah seorang anak Adam mengisi sesuatu yang lebih buruk dari perutnya, cukuplah bagi anak Adam beberapa suap untuk menegakkan tulang punggungnya, dan jika dia harus mengerjakannya maka hendaklah dia membagi sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya dan sepertiga untuk nafasnya”. [Dishahihkan oleh Albani dalam kitab silsilatus shahihah no: 2265).

“Berpuasalah agar kamu sehat” (Hadist Nabi). Serta Sehat adalah “keadaan sejahtera dari Fisik-Jasmani, Mental-Spritual dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis” (UU no 36 tahun 2009).

Bisa jadi orang-orang yang berbuka puasa dengan  mengsisakan makanannya dan ingin mendapat fahala akan menjadi sia-sia atau bisa menjadi makruh, sebagaimana tuntunan  yang diajarkan oleh Nabi Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam : “Orang-orang mu’min makan dengan satu usus dan orang kafir makan dengan tujuh usus”. [HR. Bukhari no: 5393, Muslim 2060, 182]. Artinya orang-orang mu’min seharusnya makan tidak mengsisakan makanannya,  jika sampai berlebihan  dan mengsisakan makanannya sama dengan perbuatan orang kafir yang salah satunya tidak mengakui keberadaan puasa dan makan dan minum untuk berbuka, otomatis puasanya adalah “batal” (diberi tanda kutip)

Tetapi kemudian pertanyaan adalah “Apakah orang yang berbuka puasa dengan sisa makanannya dinyatakan gagal atau batal puasa dan kemudian hari dapat diganti di lain waktu? Wallahu a’lam bish shawab.

Baca tulisan terkait.

  1. Nafsu Makan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya
  2. Memaknai Kesehatan sebagai Hak Asasi Manusia dan Investasi
  3. Kemiskinan dan Perasaan Kemanusiaan
  4. Epidemiologi Orang-Orang yang diwajibkan Berpuasa
  5. Patogenesis Penyakit Defisiensi Gizi

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Sisa Makanan sebagai Indikator Berpuasa

  1. Nidhom mengatakan:

    salam kenal.
    saya mendownload data gakin tahun 2009,
    kalo boleh tahu sumbernya darimana ya?
    terima kasih….

    Arali2008 menjawab
    datebase Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: