Prevalensi Malaria dan Pengobatan Efektif Malaria di Polewali Mandar

Hanya ada dua lokasi (kecamatan) yang masih dikatakan endemik Malaria di Kabupaten Polewali Mandar tahun 2010

@arali2008. Polewali Mandar Sulawesi Barat. Menepis tanggapan orang-orang kesehatan di tingkat propinsi Sulawesi Barat yang mengatakan bahwa  kasus malaria di Kabupaten Polewali Mandar  masih sangat tinggi dan secara keseluruhan  Kabupaten Polewali Mandar adalah Endemik Malaria adalah tidak benar adanya, mereka berbicara tidak berdasarkan data, entah atas dasar apa mereka mengatakan demikian.

Data menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Kesehatan dalam melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan penyakit Malaria telah menujukkan  keberhasilan yang bermakna. Laporan yang berhasil ditelaah penulis melalui  data yang disediakan pelaksana program penyakit malaria menunjukkan angka prevalensi yang menurun setiap tahunnya, dan yang lebih menggembirahkan juga adalah penderita malaria yang dinyatakan positif berhasil ditangani dengan pengobatan efektif. Keberhasilan ini dapat dilihat dari prevalensi malaria dan presentase pengobatan efektif yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dari tahun 2007 sampai dengan 2010.

Prevalensi Malaria atau angka kesakitan Malaria dihitung dari  banyaknya kasus malaria  yang baru maupun yang lama  yang dibagi dengan jumlah penduduk dalam wilayah Polewali Mandar Kabupaten (atau Kecamatan) perjangka waktu tertentu dan dikatakan (konstanta) dengan per- 10.000 penduduk.  Kasus malaria yang dimaksud disini adalah kasus malaria dengan diagnose positif yaitu kasus dengan gejala klinis malaria (demam tinggi disertai menggigil, sakit persendian) dengan pemeriksaan sediaan darah dilaboratorium menunjukkan adanya parasit malaria —– tampa pemeriksaan sediaan darah dikatakan dengan malaria klinis—— ditularkan melalui vektor gigitan nyamuk anopheles pada manusia yang membawah parasit malaria——– Sementara itu Penderita Malaria yang mendapat pengobatan efektif dihitung dengan banyaknya Penderita Malaria yang diobati dengan Artemisinin Combination Therapy (ACT).

Prevalensi Malaria

Jumlah kasus malaria di kabupaten Polewali Mandar menunjukkan  angka prevalensi  menurun setiap tahunnya  sejak tahun 2007 sampai dengan 2010.  Di Tahun 2007 prevalensi malaria mencapai 21 kasus per 10.000 penduduk, turun di tahun 2008 menjadi 12 kasus per 10.000 penduduk, dan pada tahun 2009 terjadi lagi penurunan menjadi 5 per 10.000 penduduk, dan turun lagi ditahun 2010 yaitu menjadi  1.14  atau sekitar 1-2 kasus ditemukan pada per 10.000 penduduk Kabupaten Polewali Mandar.

Keberhasilan dalam ——————-walaupun diakui masih ada lokasi-lokasi yang masih dikatakan endemik——————- penurunkan prevalensi malaria di Kabupaten Polewali Mandar ini tidak terlepas dari program pencegahan dan penanggungalan penyakit malaria yang dicanangkan pemerintah kabupaten Polewali  Mandar melalu foggingisasi kasus-kasus malaria yang ditemukan dan survei jentik dilokasi tertentu, juga  program pencegahan dan penanggulangan penyakit malaria melalui partisipasi masyarakat yaitu melalui pemberantasan sarang nyamuk  setiap hari Jumatnya, termasuk juga pelatihan-pelatihan petugas dalam meningkatkan kapasitasnya dalam penanganan penderita malaria.  Sehingga Keberhasilan penurunan angka kesakitan malaria  ini juga tidak terlepas dari kasus-kasus postif yang ditemukan  dapat ditangani dengan cepat  melalui pengobatan efektif oleh petugas-petuga yang terlatih.

Prevalensi Malaria per kecamatannya dan presentase Pengobatan Efektif  Malaria per kecamatannya (15 Kecamatan) di Kabupaten Polewali Mandar dapat diperlihatkan pada tabel berikut.

Tabel. Prevalensi Malaria  Dan Penderita Malaria yang Mendapatkan Pengonatan Efektif di Kabupaten  Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat  tahun 2007-2010

Kecamatan
Prevalensi Malaria
Penderita Malaria yang
mendapat pengobatan efektif
Ket
2007
2008
2009
2010
2007
2008
2009
2010
Tinambung
15
19
2
4.03
59,4
12,50
100
100
Balanipa
55
47
0
0.83
6,0
0,00
100
Limboro
0
0
0
6.48
0,0
0,0
100
Tubbi Taramanu
3
3
0
0
0,0
0,00
0
Allu
0
0
0
1.67
0,0
0,0
100
Campalagian
21
0
8
0.19
0,0
0,0
100
100
Luyo
20
22
0
0.37
20,8
0,00
100
Wonomulyo
31
13
25
0
70,5
60,71
100
0
Mapilli
0
0
0
0
0,0
0,0
0
Tapango
0
0
0
0
0,0
0,0
0
Matakali
42
11
0
1.41
38,1
0,00
100
Polewali
6
34
8
2.01
51,7
8,43
100
45.45
Binuang
72
0
2
0
91,2
0,0
100
0
Anreapi
0
0
0
0
0,0
0,0
0
Matangnga
0
0
0
0
0,0
0,0
0
Bulo
5
2.1
100
100
Polewali Mandar
21
12
5
1.14
46,3
11,82
100
86.67
Sumber : Hasil Pengolahan Data Sektor Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar tahun 2010, data ini juga oleh penulis  disajikan dalam laporan MDGs Kabupaten Polewali Mandar dan Analisis Situasi Ibu dan Anak (ASIA) Kabupaten Polewali Mandar tahun 2010.
.

Penderita Malaria Yang Mendapat Pengobatan Efektif

Penderita Malaria yang mendapat pengobatan efektif adalah jumlah Penderita Malaria yang diobati dengan Artemisinin Combination Therapy (ACT).

Penderita malaria positif yang diobati secara efektif  selama empat tahun terakhir  presentase naik turun namun terlihat cenderungan mendapat cakupan yang lebih baik. Ditahun 2007 sebesar 46,3 % dan pada tahun 2008 turun menjadi 11,82% namun di tahun 2009  semua penderita malaria positif dapat diobati seluruhnya (100%). Sementara itu ditahun 2010 hanya 86.67 %. tidak mencapai angka 100% penderita-penderita yang berada diwilayah Puskesmas Polewali  sudah berada pada keadaan kasus kronis, penderita-penderita di wilayah puskesmas lainnya semua penderita yang ditemukan  mendapatkan pengobatan efektif.

Dari data-data angka kesakitan dan presesntase penderita dengan pengobatan efektif menunjukkan bahwa upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar melalui Dinas Kesehatan dalam melaksanakan program pencegahan dan penanggulangan penyakit Malaria telah menujukkan  keberhasilan yang bermakna. Laporan yang berhasil ditelaah penulis melalui  data yang disediakan pelaksana program penyakit malaria menunjukkan angka prevalensi yang menurun setiap tahunnya, dan yang lebih menggembirahkan juga adalah penderita malaria yang dinyatakan positif berhasil ditangani dengan pengobatan efektif.

Baca juga tulisan terkait :

  1.  Penyelidikan Demam Chikungunya
  2. Review Program Surveilans Epidemiologi
  3. Survailans Epidemiologi Kesehatan Harus Menjadi Kegiatan Pokok Puskesmas.
  4. Positif Demam Chikungunya di Polewali Mandar
  5. Apel Siaga Pencanangan Pencegahan Penyakit Berbasis Nyamuk
  6. Anak dan Hak Anak Memperoleh Pelayanan Kesehatan
  7. Capaian MDGs Penurunan Angka Kematian Anak di Polewali Mandar
  8. Capaian MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu di Polewali Mandar
  9. Indikator Goals Kelima MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu
  10. Indikator MDGs ke Empat : Menurunkan Kematian Anak
  11. Penentuan Indikator Ke Enam (VI) MDGs Bagian Pertama
  12. Penentuan Indikator Ke Enam (VI) MDGs Bagian Kedua
  13. Memprediksi Kematian Ibu dan Bayi di Polewali Mandar
  14. Pedoman Pengelolaan Program Gizi Puskesmas

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: