Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif di Polewali Mandar

@arali2008. Polewali Maandar Sulawesi Barat.— Kenapa cakupan pemberian ASI eksklusif  6 bulan masih rendah? adalah pertanyaan penulis setelah melihat data cakupan pemberian  ASI eksklusif 6 bulan di Kabupaten Polewali Mandar yang hanya berkisar 59,1%. Penulis mencoba mengkonfirmasikan kepada beberapa bidan yang  yang bekerja di Puskesmas dan desa di Kabupaten Polewali Mandar, jawaban mereka adalah “keberhasilan pemberian ASI Eksklusif 6 bulan sangat dipengaruhi oleh keadaan keluarga misalnya saja tradisi  pemberian air madu pada saat bayi dilahirkan, keadaan ibu yang ASI  tidak keluar, keadaan bayi yang lahir tidak normal atau sakit  serta pengenalan pemberian cairan dan makanan yang berlebihan pada bayi termasuk godaan penggunaan susu formula yang agak sulit dibendung oleh ibu-ibu”

Dan ketika penulis menanyakan peranan anggota keluarga terutama ayah terhadap keberhasilan menyusui, tidak ada jawaban terhadap peranan ayah dalam membantu ibu untuk menyusui. Sebenarnya apa peranan ayah terhadap keberhasilan menyusui ASI eksklusif 6 bulan?, sebelum penulis menguraikan peranan ayah ini, terlebih dahulu difahami dengan baik tentang  pemberian ASI Eksklusif  6 bulan itu.

Secara bebas pemberian ASI Eksklusif  6 bulan di diartikan —diambil dari rekomendasi WHO——–bayi yang diberi Air Susu Ibu (ASI) tampa tambahan cairan lain (misalnya susu formula, Air Gula, Air Madu, Jeruk Air dan lainnya) dan tambahan makanan lain (misalnya Pisang, Biskuit, Bubur Susu, Nasi Tim, Nasi), Diberikan dari usia dini sampai dengan usia 6 bulan. Kandungan gizi terlengkap dari seluruh makanan yang ada didunia, sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, mengandung unsur hidup dan kekebalan  terhadap berbagai serangan penyakit.

Dalam prakteknya, bayi  dari usia dini sampai dengan 6 bulan, yang kadang diberikan cairan dan makanan yang hanya bersifat  pengenalan (tidak berlebihan dan secara medis tidak mengganggu sistem pencernaan) serta bukan merupakan tambahan atau pengganti Air Susu Ibu masih tetap di kategorikan sebagai pemberian ASI Eksklusif 6 bulan

Dari pengertian bebas tentang pemberianASI Eksklusif  6 bulan dan prakteknya (faktanya) pemberian  ASI Eksklusif selama 6 bulan pada bayi. Di Kabupaten Polewali Mandar menurut laporan bagian kesehatan anak Dinas Kesehatan Kabaupaten Polewali Mandar tahun 2010 cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI)  Eksklusif  6 bulan baru mencapai 59,1%, sementara itu Inisiasi Menyusui Dini (IMD) capaiannya baru sekitar 31,6 % Artinya Dari 100 Bayi  yang dilahirkan di kabupaten Polewali Mandar hanya 32 bayi yang sempat melakukan Inisiasi Menyusui Dini dan terus melanjutkan menyusui secara eksklusif sampai usia 6 bulan. Dan dengan intervensi pentingnya ASI 6 bulan, 27 bayi  yang tidak sempat melakukan Inisiasi menyusui Dini dapat menyusui secara eksklusif sampai 6 bulan.

Salah satu factor utama penyebab cakupan pemberian ASI Eksklusif 6 bulan yang masih rendah ini adalah tidak mengertinya  ayah dalam  menyusui bayi secara eksklusif 6 bulan, ——– sebagaimana pertanyaan jawaban bidan-bidan di kabupaten Polewali Mandar bahwa pengaruh ayah masih sangat rendah terhadap keberhasilan menyusui ASI Eksklusif 6 bulan————  Menurut berbagai penelitian tentang keberhasilan  menyusui, seorang ayah yang tidak mengerti tentang bayi yang diberi Air Susu Ibu  hanya 26,9% yang mendapat ASI eksklusif , sementara itu untuk ayah yang mengerti tentang menyusui ditemukan 98,1 % dapat mencapai ASI eksklusif ( Clinical Pediatrics 94 ). Dalam berbagai penelitian lainnya  peranan ayah dalam keberhasilan menyusui sangat besar jika dibandingkan dengan anggota keluarga lainnya ( Am J Perinatology  92, J Paed Child 97, J Am DietAssoc 97).

Mengenai Inisiasi Menyusui Dini Bpk Purwanta Iskandar Perwakilan Unicef  wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Maluku Utara, dalam suatu sambutannya pada acara Sosialisasi dalam mendukung kemitraan bidan dan dukun di Polewali Mandar mengatakan :

Betapa eloknya kalau setiap anak merasa aman dan nyaman karena mendapat perlindungan optimal dari keluarga dan komunitasnya. Betapa menjanjikannya masa depan anak-anak Polman  (red : Polewali Mandar) karena sejak menyapa dunia melalui tarikan nafas yang pertama mereka mendapat perlindungan. Begitu tali pusar selesai dipotong, bayi tidak lagi langsung dimandikan seperti dilakukan pada jaman dulu, melainkan diletakkan di dada ibu untuk mendapat dekapan hangat. Memandikan bayi begitu lahir akan mengancam nyawa bayi karena kedinginan yang mendadak. Tindakan ini sudah mulai ditinggalkan selaras dengan meningkatnya pemahaman para tenaga kesehatan.

Setelah diletakkan di dada ibu, maka bayi akan mendapatkan kehangatan seperti ketika masih dalam rahim ibu. Dalam jangka 30 menit, bayi akan mengeluarkan saliva-air liur sehingga mendorong bayi akan mencari puting susu ibu. Begitu ketemu, maka puting susu yang mungkin belum mengeluarkan air susu tersebut diisap-isap. Isapan bayi akan merangsang terjadinya kontraksi yang memacu keluarnya air susu ibu, sehingga bayi akan mendapatkan air susu yang pertama kurang dari setengah jam sejak dilahirkan. Peristiwa inilah yang saat ini disebut dengan ”inisiasi dini ASI” yang mencegah kematian ratusan ribu bahkan jutaan bayi. Banyak kejadian, tentunya bukan di Polman, bahwa begitu bayi lahir dibawa bidan ke ruang bayi untuk kemudian mendapat susu formula karena bayi menangis. Praktek semacam ini harus segera diakhiri. Biarkan bayi menyusu ke ibunya sejak air susu pertama yang masih keruh. Kolostrum inilah yang memberikan antibodi terbaik kepada bayi. Sampai sekarang tidak ada antibodi sehebat kolostrum yang sering disia-siakan yakni dibuang karena warnanya yang masih keruh.

Melihat sangat besarnya peranan ayah terhadap keberhasilan menyusui ASI Eksklusif  6 bulan ini, berbagai Negara terutama rumah sakit dan universitas merekomendasikan perlunya pendidikan ASI bagi Ayah yang akan mempunyai bayi pada unit-unit pelayanan antenatal, misalnya saja dari Michigan State University (AMB News 2003) merekomendasikan pendidikan ASI bagi Ayah dan Keluarga di antenatal Care.

Apakah di Polewali Mandar sudah ada kegiatan pendidikan ASI bagi Ayah yang akan mempunyai bayi di unit-unit pelayanan antenatal ? jawabanya pendidikan ASI masih terbatas pada tenaga-tenaga kesehatan (bidan dan petugas gizi puskesmas termasuk bidan Desa)  yang melakukan pendampingan kepada ibu dan atau ayah yang mempunyai bayi (usia 0-6 bulan), memberikan dukungan untuk keberhasilan pengggunaan ASI eksklusif.

Sebenarnya bagaimanakah ayah dapat membantu keberhasilan menyusui bayi ?, Caranya adalah seorang Ayah dapat dilakukannya dengan cara-cara sebagai berikut :

  1. Ayah menggendong bayi ke ibu saat bayi ingin menyusui
  2. Mengganti Popok
  3. Mensendawakan bayi
  4. Memandikan bayi
  5. Mengendong dan mendendangkan bayi
  6. Membantu Pekerjaan rumah tangga
  7. Membantu Ibu yang bekerja
  8. Memijat Bayi

Bahkan keterlibatan kakek kepada sang cucu juga sangat mempengaruhi pemberian Air Susu Ibu  (ASI) Eksklusif  selama 6 bulan :

Hari ini Hari PERTAMA bagi cucu Vallerie makan bubur setelah 6 bulan hanya konsumsi Air Susu Ibu (ASI). Selamat kepada Vallerie yang lulus ASI EKSLUSIF dan selamat kepada Pungkie yang berhasil melawan berbagai tantangan ketika berupaya memenuhi HAK Vallerie memperoleh ASI. JANGAN TERGODA IKLAN SUSU FORMULA. ASI terbaik utk bayi.

Komentar Bpk Purwanta Iskandar  Perwakilan Unicef  wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Maluku Utara kepada cucunya, ketika berkunjung di Polewali Mandar tanggal 24 Maret 2011 melalui Facebooknya

Peranan Ayah inilah yang seharusnya diajarkan oleh petugas kesehatan di unit-unit pelayanan kesehatan (Puskesmas, Poskesdes, Posyandu)  termasuk pada  pertemuan-pertemuan kesehatan di tingkat desa dan dusun ketika petugas kesehatan melakukan penyuluhan, sehingga cakupan Inisiani Menyusui Dini dan penggunaan/ pemberian  ASI Eksklusif 6 bulan dapat mencapai hasil yang diharapkan.

Bukan cuma ayah saja tetapi tentunya semua stakeholder terutama aparat kesehatan harus mendukung penggunaaan Inisiani Menyusui Dini dan Pemberian ASI Eksklusif, karena permasalahan ASI eksklusif ini telah dituangkan dalam Undang-Undang nomor 36  tahun 2009 tentang kesehatan yaitu pasal 128 yang berbunyi ” setiap bayi berhak mendapat ASI Eksklusif  kecuali atas indikasi medik

Menyusui adalah karunia dari Yang Maha Kuasa yang diberikan kepada bayi melalui orang tuanya, suatu kesalahan besar  bagi orang tua tidak menyukuri karunia ini, apalagi bagi  orang tua  yang miskin, Ibu harus tetap makan agar ASI dapat diberikan secara gratis kepada sang bayi,   pada keadaan sakit, dapat merupakan pemberian yang menyelamatkan jiwa.

Baca tulisan terkait

  1. Pelatihan Asuhan Persalinan Normal II, P2KP Polewali Mandar
  2. Strategi Program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
  3. Mitos dan Kesehatan Masyarakat di Polewali Mandar
  4. Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu
  5. Laporan Status Gizi dan Pemantauan Pertumbuhan Balita.
  6. Apakah Masalah Gizi Itu ?
  7. Anak dan Hak Anak Memperoleh Pelayanan Kesehatan
  8. Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat
  9. Pola Pertumbuhan Berat Badan Ideal Balita

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

6 Responses to Inisiasi Menyusui Dini dan ASI Eksklusif di Polewali Mandar

  1. darmiati says:

    Assalamu alaikum wr. wb.!!!
    saya mahasiswa program akhir berminat melakukan penelitian tentang ASI eksklusif di POLMAN, “Peran petugas kesehatan dalam peningkatan cakupan ASI eksklusif sesuai PP ASI ekslusif di dinkes polman”. apa kami bisa minta bantuannya untuk data cakupan ASI eksklusif terbaru kabupaten POLMAN. terima kasih sebelumnya.

  2. bagus banget tuh memang kita harus memberikan asi eksklusif

  3. bagus sekali di bukan kota besar >50% bisa ASIX. Di Jakarta mungkin 10% aja ud bagus deh. Karena di RS pun tidak pernah ada dukungan atau informasi atau motivasi intensif dari para dokter, bidan, suster ttg ASIX ini. Yang ada paling hanya poster2 ttg ASI, dan kalo ibunya minta si bayi dikasih sufor aja, ya suster lgsg aja kasih sufor, bukannya dimotivasi dulu tuh si ibu.

  4. terima kasih artikelnya

    Baju Bali Murah

  5. artikel yang bagus nih

  6. Ada pengunjung yang tidak mengerti tulisan diatas. saya malah tidak mengerti apanya yang dia tidak mengertikan ????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: