Cerpen: Yanti dan Pak Selle Membebaskan Penyakit TB Paru dan Kusta

@arali2008. Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Tulisan ini adalah bahan diskusi ketika seorang petugas Kesehatan Masyarakat melakukan kegiatan kesehatan  pertemuan dengan  Kader-kader PKK tingkat desa / keluruhan, dikemas dalam bentuk cerita pendek (cerpen) dengan judul Kader Yanti dan Pak Selle dalam membebaskan penyakit —-mencegah kesakitan —-TB Paru Dan Kusta di tingkat Dasa Wisma.  Tujuan dari cerita pendek ini adalah sebelum petugas kesehatan  dan kader PKK bekerja di tingkat desa, terlebih dahulu mereka dapat memahami skenario pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan penyakit TP Baru dan Kusta di Tingkat Desa. Cerita selengkapnya adalah sebagai berikut :

opini dari fakta empiris

Yanti  dan Pak Selle
dalam membebaskan Penyakit TB Paru dan kusta

————————————————————————-

Di Desa Katumbangan Lemo kecamatan Campalagian  Kabupaten Polewali Mandar, ada seorang kader PKK, Yati namanya, ia baru saja  mengikuti pertemuan sosialisasi  program pencegahan dan penanggulangan penyakit TB Paru dan Kusta untuk kader PKK di di Puskesmas Campalagian.

Seminggu  kemudian,  diposyandu  oleh  Mantri Selle Petugas puskesmas Campalagian   memberitahukan kepada  Yanti bahwa  berdasarkan data kunjungan pasien ke Puskesmas Campalagian, diwilayah kerja posyandunya  telah ditemukan  dua penderita TB paru dan satu penderita Kusta.  Pak Selle  sangat mengharapkan penyakit ini tidak berkembang kepada anggota keluarga lainnya dan meminta masukan kepada Yanti bagaimana sebaiknya. Yanti  yang seminggu yang lalu  mengikuti pertemuan sosialiasi  di Puskesmas mulai  melakukan pembicaraan lebih serius dengan Pak Selle.

Kalau memang penyakit itu  dapat menular kepada anggota keluarga yang lainnya  saya dapat membantu.!” Kata Yanti dengan serius.  “ tapi Pak Selle harus juga mendampinggi saya sebagai mitra. “ kata Yanti lebih lanjut.

Yanti dan Pak Selle kemudian membuat janji. Yanti menawarkan kepada Pak Selle, “ saya akan menghubungi Ibu Dusun, mengumpulkan anggota dasa wisma untuk bersama-sama  membicarakan 2 orang penderita TB Paru dan satu orang penderita kusta yang baru di temukan ini, Pak Selle saya harapkan bisa datang.” Pak Selle men- iya-kan dan akan datang minggu depannya.

Pada hari pertemuan……

Ada 15  Rumah Tangga yang hadir diwakili oleh ibu-ibu, dihadiri juga oleh Pak Selle termasuk Ibu Dusun, Yanti sebagai kader PKK mulai membuka acara.    “ Bahwa pada hari ini sengaja kita berkumpul  didampingi oleh  Pak Selle dan Ibu Dusun untuk bersama membicarakan 2 orang penderita penyakit TB Paru dan satu orang penderita Kusta yang telah menjangkiti anggota keluarga kita, diharapkan kita nanti bisa mngidentifikasi masalah ini, merencanakan dan kita mempunyai keputusan untuk dapat memecahkan masalah penyakit TB Paru dan Kusta ini.” Kata Yanti  dengan penuh keyakinan sebagai seorang Kader PKK.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penjelasan Pak Selle mengenai  pencegahan dan pengobatan penyakit TB Paru dan Kusta. Setelah selesai  penjelasan Pak Selle.  Yanti kemudian melanjutkan acara dengan pembuatan rencana pencegahan dan penanggulangan TB Paru dan Kusta bersama-sama  15 Ibu-ibu Rumah Tannga, Ibu Dusun dan Pak Selle. Pembuatan rencana kegiatan  terdiri dari nama kegiatan, langkah-langkah, kapan dan siapa penanggung jawab pengobatan (pengawas pengobatan) serta biaya yang diperlukan.

Setelah tiga bulan kemudian Yanti mengadakan pertemuan kembali dengan mengundang  anggota Dasa Wisma, Ibu Dusun dan Pak Selle. Pertemuan dimaksud untuk mengevaluasi rencana kegiatan  yang dibuat dan telah dilaksanakan sejak tiga bulan yang lalu. Hasilnya sangat mengembirakan karena  berdasarkan hasil pengobatan penderita dan pemeriksaan Suspek (anggota keluarga yang dicurigai) oleh Pak  Selle penderita  dengan tekun mengkonsumsi obatnya dan tidak terjadi penularan pada keluarga lainnya. Dan yang terpenting juga, setiap Keluarga telah  dapat mengidentifikasi masalah TB paru dan Kusta, membuat rencana dan mengambil keputuan untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan TB paru dan Kusta dengan benar, hal ini tidak terlepas proses dampingan Yanti dan Pak Selle, bagaimana seharusnya  mengatasi permasalahan  kesehatan.

Setelah enam bulan Yanti dan Pak Selle kembali  bertemu di posyandu. Oleh Pak Selle memberitahukan kepada Yanti bahwa 2 orang penderita TB Paru telah selesai berobat dan dinyatakan sembuh, tinggal satu orang lagi penderita Kusta terus dilanjutkan pengobatannya sampai 8 bulan. Tidak ditemukan lagi penderita baru TB Paru dan dengan pengobatan yang rutin terhadap penderita kusta, Insya Allah di Desa Katumbangan Lemo tidak ditemukan lagi penularan penyakit TB dan Kusta.

“Jadi dasawismaku bebas dari TB Paru dan Kusta” kata  Yanti kepada Pak Selle dengan  wajah yang menampakan kegembiraan. “ Saya Kira  apabila keluarga sudah mampu mengidentifikasi TB Paru dan Kusta, merencanakan dan mengambil keputusan bagaimana yang benar tampa atau dengan bantuan kita-kita sudah dapat dibilang berhasil” kata pak Selle dengan penuh keyakinan dan percaya diri.

Agar diskusi dapat berjalan dengan baik, bahan diskusi berupa cerita pendek ini dapat di dicopy dan dibagikan kepada masing-masing peserta pertemuan. Setelah semua peserta membacanya kemudian dilakukan diskusi dengan mengajukan pertanyaan :

  1. Bagaimana tanggapan Anda terhadap cerpen diatas ?
  2. Apakah Anda sebagai Kader PKK mampu melakukan seperti cerpen diatas.?

Drama HKN Ke 46 Keadaan Sosial Budaya Kesehatan dari Puskesmas Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar dengan judul "Kegagalam Mba Dukun" dalam pengobatan Penyakit TB Paru

Disamping kedua pertanyaan tersebut  keadaan keadaan sosial budaya kesehatan juga dapat menjadi bahan diskusi ————- Dari Drama HKN’46; Keadaan Sosial Budaya Kesehatan Polewali Mandar—— hal ini penting karena pada ditingkat dusun pengaruh kesehatan primordial masih sangat menentukan berhasil-tidaknya  kegiatan kesehatan yang akan dilaksanakan.

Kalau proses diskusi dilakukan dengan baik dan tercatat  serta diskenariokan juga, maka  bahan diskusi ini, sebagaimana tujuannya yaitu sebelum petugas kesehatan  dan kader PKK bekerja di tingkat desa, terlebih dahulu mereka dapat memahami skenario pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan penyakit TP Baru dan Kusta di Tingkat Desa, pada pelaksanaan  di tingkat masyarakat nantinya akan berjalan sesuai dengan yang diskenariokan.

Baca juga tulisan terkait

  1. Pengertian Ilmu Kesehatan Keluarga dan Penerapan Pendidikan Gizi
  2. Dana GF-ATM tersendat, Cakupan CDR TB-Paru turun dratis.
  3. Pendidikan-Penyuluhan Gizi dan Kesehatan
  4. Keterampilan Fasilitasi Bagi Kader Kesehatan Masyarakat
  5. Keadaan Ibu-Anak Hanya Sebuah Mimpi dari Skenario Masa Depan
  6. ASIA-HAM Bidang Kesehatan
  7. Epidemiologi Dalam Program Cegah Penyakit Kusta
  8. ADEK dan Penanggulangan Kusta di Propinsi Sulawesi Barat
  9. Peran Kepala Dinas Kesehatan dalam Pemberdayaan Masyarakat Penyediaan Air Bersih Pedesaan

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Cerpen: Yanti dan Pak Selle Membebaskan Penyakit TB Paru dan Kusta

  1. visit us says:

    i want to get one

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: