Mengenang Kegiatan Integrasi Pendidikan dan Kesehatan 15 Januari 2004

Mr. Willem Standaert Senior Progamme Coord. Unicef – Indonesia

Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Bagi penulis, mengenang peristiwa tersebut sekaligus memperingati hari jadinya —kegiatan-kegiatan yang dicanangkan : Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua, Cuci tangan Menggunakan Sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis yang ke 7  —- jatuh pada tanggal 15 Januari 2004-15 Januari 2011.

Kegiatan ini  dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2004, 7 tahun lalu, dihadiri Mr. Willem Standaert Senior Progamme Coord. Unicef – Indonesia dan stafnya perwakilan Sulawesi Selatan serta Seluruh Stakeholder lintas sektoral dan program Desa, Kecamatan dan Kabupaten yang ada di Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa), di laksanakan di halaman SD Karama Kecamatan Tinambung.  Kegiatan ini merupakan kegiatan Pencanangan Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua, Cuci Tangan Menggunakan Sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis. Ke Empat Kegiatan Tersebut adalah

Pertama : Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua. adalah Polewali Mandar (dulunya Polewali Mamasa) berdasarkan pemetaan GAKI 1998 dinyatakan sebagai daerah endemik berat Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY) sebesar  34,5 % dan kemudian berdasarkan pemetaan GAKI ditahun 2004 berhasil turun sebagai daerah dengan status endemic sedang (21%). Dan yang terpenting juga dari penggunaan garam beryodium ini adalah sebelumnya, tiap 10 Rumah Tangga, hanya 3 yang menggunakan garam beryodium, sejak tahun 2004 dari 10 Rumah Tangga  sudah 9 Rumah Tangga yang menggunakan garam beryodium. Kegiatan Pencanangan dimaksudkan agar masyarakat Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa) dapat mempertahankan target  USI  95% (Universal Salt Iodisation)  yang telah diatas  95% yaitu  dicapai 97 %

Kedua : Cuci Tangan Menggunakan Sabun. Merupakan kegiatan tindak lanjut dari hasil penelitian WHO bahwa dengan cuci tangan menggunakan sabun setiap buang air besar, sebelum makan, dan sudah beraktifitas dapat menurunkan penyakit infeksi melalui mulut sebesar 60%. Kegiatan pencanangan di Polewali Mandar (dulunya Polewali Mamasa), merupakan kegiatan yang bukan saja untuk daerah Polewali Mandar (dulunya Polewali Mamasa) tetapi juga Propinsi Sulawesi Selatan bahkan Indonesia. Kenapa demikian karena sebelumnya kegiatan cuci tangan menggunakan sabun tidak dikenal oleh masyarakat. Dengan diperkenalkan kegiatan ini maka sejak itu  Polewali Mandar dan juga hampir diseluruh Indonesia mencanakan kegiatan serupa.

Ketiga : MBS merupakan singkatan dari Manajemen Berbasis Sekolah, kegiatan ini lebih ditekankan pada partisipasi sekolah yang melibatkan orang tua murid dan atau masyarakat di sekitar sekolah. Untuk  mempercepat berfungsinya MBS ini, dalam kegiatan pencanangan  dilakukan  pengaktifan Radio Pangulu MBS.

Keempat : Akte Kelahiran Gratis. Melihat banyak anak-anak di Polewali Mandar sampai dengan usia dewasa belum memiliki akte kelahiran, disamping itu juga, melihat fungsi utama akte kelahiran adalah  akte otentik pengakuan Negara  terhadap anak dan perkembangan  serta bukti kewarganegaraan dan kemudian oleh Pemerintah Dearah Kabupaten Polewali Mandar (waktu itu Masih sebagai Polewali Mamasa) kemudian mencoba mencanangkan penggunaan akte kelahiran gratis bagi warganyanya yang tercatat di catatan sipil. Catatan penulis ditanggal tersebut 15 Januari 2004 Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa) telah penyerahan Akte Kelahiran Gratis yang ke 16.334 lembar kepada  warganya.

Acara itu dimulai  dengan arak-arakan tarian tradisional oleh murid SD dan ‘ kuda patutu ‘  (Kuda yang berjalan sambil menari  yang ditumpangi seorang  gadis ayu ) dan kain/spanduk raksasa yang bertuliskan  “ Garam Beryodium Untuk Semua Agar Anak Pintar dan Cerdas “   sejauh 1 Km yang sepanjang jalan dipadati oleh murid-murid SD/MI, dan SLTP serta masyarakat setempat. Setelah tiba dilokasi, acara dimulai dengan   laporan ketua panitia (bpk Mahyudin Ibrahim), pembukaan  dan sambutan-sambutan, mulai dari Kepala Bappeda (Bpk Suaib Hanan), Senior Programme Coordinator Unicef Indonesia ( Mr. Willem Standarert ), Dirjen Dikdasmen Depdiknas RI. Puncak Acara kegiatan Pencanangan adalah Pertama; Penandatanganan Piagam Pencananganan Garam Beryodium untuk Semua – Universal Salt Iodisation – Oleh Bupati dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bappeda Kabupaten Polewali Mamasa atas nama Seluruh Rakyat Kabupaten Polewali Mamasa dan Kedua adalah Penandatanganan   kain/spanduk raksasa yang bertuliskan bertuliskan  “ Garam Beryodium Untuk Semua Agar Anak Pintar dan Cerdas “   oleh seluruh peserta  undangan  dan peserta yang hadir. Pencanangan Kemudian dilanjutkan dengan Cuci Tangan Dengan Menggunakan Sabun Pada Anak, Penyerahan akte kelahiran gratis yang  16.335,  dan diakhir dengan Penggunaan Radio panggulu MBS  yang ditandai siaran langsungnya memberikan pesan-pesan tentang aktifitas Anak SD di sekolah penggunaan garam beryodium  ditingkat keluarga.

Sumber :  Catatan Harian Penulis (Arsad Rahim Ali) tanggal 15 Januari 2004

Mengapa perlu dikenang?

Kegiatan  yang dilaksanakn 7 tahun lalu itu (15 Januari 2004 — 15 Januari 2011) menurut catatan penulis, dalam menyelenggarakan kegiatan pembangunan kesehatan di Polewali Mandar merupakan salah satu kegiatan besar yang perlu dikenang kembali  dengan beberapa alasan  atau tepatnya 3 alasan pokok yaitu

Pertama : Dihadiri Mr. Willem Standaert Senior Progamme Coord. Unicef – Indonesia tentunya akan tercatat dan terdokumentasi  dalam sejarah kegiatan unicef kerja sama dengan Indonesia  cq Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa), Sementara itu untuk Kabupaten Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa)  bila tidak menjadi catatan penting  dalam sejarah perkembangan Polewali Mandar (dulunya Polewali Mamasa) maka tentunya Polewali Mandar sekarang ini akan kehilangan momen yang penting sejarah perkembangan pembangunan Kabupaten Polewali Mandar selanjutnya.

Kedua : Kegiatan tersebut ——-Pencanangan Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua, Cuci Tangan Menggunakan Sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis——– merupakan kegiatan partisipasi total dari pengelola kerja sama Pemerintah Polewali Mandar (dulu Polewali Mamasa) dengan unicef.  Partisipasi total maksudnya adalah total dalam integrative mencoba mengabung kegiatan pendidikan-kesehatan dan perlindungan Anak, perihal pendanaan sebagian besar dana dari kegiatan tersebut bersumber dari partsipasi stakeholder (pejabat, provider dan masyarakat)

Ketiga : Kegiatan  Penggunaan Garam beryodium untuk semua, Cuci tangan menggunakan sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis), oleh Indonesia bahkan Dunia telah menjadikannya  atau menandainya sebagai hari jadi untuk diperingati dan menjadi ispirasi pencapaian tujuan-tujuannya. Misalnya saja Hari Cuci Tangan Sedunia yang selalu di peringati dunia  termasuk Indonesia. Alangkah ganjilnya jikalau kemudian Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar termasuk Masyarakatnya memperingati Hari Cuci Tangan Sedunia, sementara sejarah cuci tangan dengan mengunakan sabun di Polewali Mandar sendiri tidak diketahui.

Mengenang Kegiatan Integrasi Pendidikan dan Kesehatan 15 Januari 2004 lalu dan sekarang jatuh pada hari Sabtu tanggal 15 Januari 2011, bukan saja mengenang peristiwa yang telah terjadi 7 tahun lalu (15 Januari 2004) tetapi juga mencoba melihat kegiatan-kegiatan tersebut  secara global dan local sekaligus, melihat masa lalu, sekarang dan yang akan datang. Karena perlu diketahui bahwa semua kegiatan yang dilakukan pada waktu itu  ——–Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua, Cuci Tangan Menggunakan Sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis ——– telah dengan nyata dirasakan manfaat oleh masyarakat Polewali Mandar saat ini.  Bagi penulis, mengenang peristiwa tersebut sekaligus memperingati hari jadinya —kegiatan-kegiatan yang dicanangkan Penggunaan Garam Beryodium Untuk Semua, Cuci tangan Menggunakan Sabun, MBS dan Akte Kelahiran Gratis yang ke 7  —-15 Januari 2004-15 Januari 20011.

Semoga Penggunaan Garam Beryodium tetap digunakan untuk semua Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam setiap masakan yang menggunakan garam, Semua orang mencuci tangan menggunakan sabun,  Sekolah bukan saja menjadi tanggung jawab guru tetapi juga  tanggung jawab semua orang dan Semua anak-anak yang lahir diakui melalui pemberian akte kelahirannya secara gratis. Amin.

Baca Tulisan Lainnya

  1. Keadaan Ibu-Anak Hanya Sebuah Mimpi dari Skenario Masa Depan
  2. Pelayanan Posyandu di Kelompok PAUD, Tantangan dan Peluang
  3. Dari Drama HKN’46; Keadaan Sosial Budaya Kesehatan Polewali Mandar

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: