Arali2008 : Gambar Menjelaskan Opini dari Fakta Empiris

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Beberapa tulisan yang berhubungan dengan gambar ini.

  1. Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Dapat Diprediksi
  2. Angka Kematian Ibu Tinggi atau Rendah.
  3. Cakupan Pelayanan ANC (K1 dan K4) Salah dan Tak Terkendali
  4. Review Program Surveilans Epidemiologi
  5. Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu
  6. Laporan Status Gizi dan Pemantauan Pertumbuhan Balita.
  7. Memprediksi Kematian Ibu dan Bayi di Polewali Mandar
  8. Kematian Ibu dan Bayi terjadi disekitar Tenaga Kesehatan
  9. Hasil Audit Non Klinis Kematian Ibu dan Bayi
  10. Perdebatan Angka Kematian Ibu
  11. Tugas dan Fungsi Pejabat Fungsional Epidemiologi Kesehatan Ahli
  12. Daftar keseluruhan postingan – Tulisan

Atau Anda ingin langsung  ke TKP untuk melihat keseluruhan gambar-gambar dari @arali2008 yang menjelaskan Opini dan Fakta Empiris langsung saja tekan gambar dibawah ini.

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

10 Responses to Arali2008 : Gambar Menjelaskan Opini dari Fakta Empiris

  1. ridwan says:

    keren

    arali2008 menjawab
    terima kasih.
    tapi tolong alamat blognya jangan ditulis kembali karena itu dianggap spamer

  2. The Baby says:

    Wow ternyata di Indonesia masih banyak juga gizi buruk untuk bayi. Kapan ya Indonesia terbebas dari Gizi buruk?

  3. arali2008 says:

    Kadang saya bermimpi (berpikir) kesehatan masyarakat Indonesia khususnya Kab. Polewali Mandar betapa Indahnya kalau SEMUA anak-anak yang dilahirkan, lahir dengan berat badan normal, tidak gizi buruk dan kurang, sehat dan tentunya normal. Ibunya tidak meninggal karena kehamilan, melahirkan dan nifas kecuali kecelakaan, sehingga ketika anak-anak itu dewasa, mereka berbuat lebih baik dari generasi pendahulunya.

  4. yanti yulianti says:

    Salam kenal, mudah-mudahan ke depan kesehatan masyarakat Indonesia bisa lebih baik.

  5. yuwaku says:

    Wah konten2 di blog sobat sangat brguna.. oke. lam kenal aja. Ma kasih

  6. FaDhLi says:

    Hehe. .Sama2 bang arali

  7. Djon says:

    bayi terus dibiarkan mati, yang hidup status gizi jelek hitam semua. Mana itu kerjanya pemda Polewali Mandar, malu-maluin dilihat daerah lain, katanya ada pendampingan dari Unicef, kebijakan pemda sudah memihak pada ibu dan anak. tapi bayi terus dibiarkan mati dan status gizinya jeleeek. mungkin petugas yang tidak faham………

  8. arali2008 says:

    Terima kasih @riyadi2405 dan @faDhli atas kunjungannya. Kunjungan Anda mencoba saya untuk melihat tampilan slideshow diatas beberapa kali dan saya mencoba memahaminya. Ternyata Di Kabupaten Polewali Mandar tempat saya bekerja perhatian pada ibu hamil, ibu melahirkan dan ibu nifas. tidak sebanding dengan perhatian pada bayi dan balitanya.

    Selama 4-5 tahun terakhir perhatian pada Maternal (istilah untuk gabungan Ibu Hamil, Melahirkan dan Nifas) sangat fokus tapi sayang tidak menyentuh akar masalah, padahal akar masalahnya sendiri sudah ditahu dan akibat yang ditimbulkan dari tidak dilakukannya pengendalian pada akar masalahnya. Akibatnya kematian bayi, kesehatan dan gizi balita memburuk. Upaya-upaya mempersiapkan bayi dan balita sebagai generasi penerus cita-cita bangsa hanya sekedar slogan. Saya jadi malu, apa nanti kata mereka 20-25 tahun kedepan. Apa saya hanya mengatakan semoga mereka menjadi anak yang shaleh, yang selalu mendoakan kedua orang tua dari kesalahan orang tuanya yang telah lalai mempersiapkan mereka sebagai penerus cita-cita bangsa. Kalau memang demikian, kurang bijak orang-orang tua sekarang, karena tersirat didalamnya meninggalkan beban kepada anak-anaknya. Alangkah indahnya kalau anak-anak itu mengatakan ” TERIMA KASIH WAHAI GENERASI PENDAHULUKU ATAS KEBERHASILAN YANG DITINGGAKLKAN KEPADA KAMI”

  9. riyadi2405 says:

    wah kaya di blog ane bro thu….ehhehehehe

  10. FaDhLi says:

    Kunjungan perdana ne bro. .hehe 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: