Pusat Kesehatan Masyarakat Tutallu Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat.—Profil Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya di singkat Profil Puskesmas atau dinamai dengan Profil Puskesmas Tutallu, memberikan gambaran keberadaan puskesmas, wilayahnya, pengembangan wilayahnya kerjanya, penduduknya, tenaga kesehatannya, sarana kesehatan, status kesehatan  dan status pelayanan kesehatannya, yang berada di Kecamatan Allu Kabupaten Polewali Mandar.

Puskesmas Tutallu ini beralamat di Jalan Poros Tinambung – Petoosang  Desa Mombi terletak di Wilayah Kecamatan  Allu, Sebelumnya adalah Kecamatan Tutallu, lalu kemudian di mekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan Allu sebagai kecamatan induk dan kecamatan Tubbi Taramanu (Tutar) sebagai kecamatan pemekaran. Puskesmas Tutallu  kecamatan Allu ini mempunyai jumlah penduduk 16,233 jiwa menempati  luas wilayah 257 km2 (63 per km2  kapita) dibagi dalam  1 Kelurahan dan 7 Desa.

Kelurahan dan Desa  yang ada di wilayah  Puskesmas Tutallu Kecamatan Allu itu adalah Kelurahan Petoosang (luas = 14,90 km2) sebagai ibu kota Kecamatan,  merupakan pemekaran dari Kelurahan Allu (luas sekarang = 18.10 km2). Berada disekitar  bibir sungai Mandar, yang pada awal tahun 2008 habis dilahap bencana banjir bandang

Desa Mombi ( luas = 9.50 km2)  dan Desa Sayoang (luas =6.75 km2), dua tahun sebelumnya adalah satu desa yaitu desa Mombi, luas terkecil dari desa dan kelurahan lainnya, Desa Mombi sendiri merupakan tempat dimana Puskesmas Tutallu berada, desa yang merupakan pintu masuk ke wilayah kecamatan Tutallu karena terdapat jalan kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Tinambung, Kecamatan Limboro dan Kecamatan Allu sendiri.   Namun untuk desa Sayoang yang berada di wilayah Pegunungan masih sangat sulit untuk diakses dengan kendaraan roda empat.

Desa lainnya adalah Desa Saragian (luas =27.00 km2), merupakan pemekaran dari Desa Kalummamang (luas sekarang = 53.00 km2) merupakan terluas kedua  setelah  Desa Poa-Pao (luas = 63.00 km2) Dan Desa Puppuuring (luas = 63.05 km2) yang  dua tahun sebelumnya adalah satu desa yaitu desa Pao-Pao. Desa  Pao-Pao dan Desa Pupuring merupakan wilayah pegunungan, seperti halnya desa Sayoang yang masih sulit untuk diakses dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Puskesmas Tutallu ——- keadaannya tidak layak lagi setelah dihantam banjir bandang———–, yang juga satu-satunya  Puskesmas yang ada di Kecamatan Tatallu, ———— namun demikian pada tahun 2010 akan menempati Puskesmas, Baru Bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional——— terlihat wilayahnya berbatasan  dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Polewali Mandar dan Kecamatan Lainnya di Kabupaten Majene yaitu

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan  wilayah Kecamatan Tubbi Taramanu masih wilayah Kabupaten Polewali Mandar
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan wilayah kecamatan Campalagian, yang masih  wilayah Kabupaten Polewali Mandar
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Wilayah Kecamatan Lomboro Kabupaten Polewali Mandar
  4. Dan Sebelah Barat berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Maneje.

Penduduknya sebahagian besar  mempunyai mata pencaharian sebagai  petani dengan hasil utamanya adalah kopra, coklat, kemiri dan kopi sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang dan PNS. Distribusi penduduk menurut pengelompokan umur 5 tahun, seperti yang diperlihatkan para piramida penduduknya, rasio laki-laki perempuan sebesar 0.9. atau jumlah perempuan (8.281 jiwa) masih lebih banyak daripada jumlah laki-laki (7.942 jiwa), kelompok umur yang terbanyak masih berada dibawah usia 15 tahun, namun yang menarik pada pidamida penduduk Kecamatan Allu ini adalah kelompok umur antara 15 -25 tahun, jumlah berkurang, ada kecenderungan pada kelompok usia ini, setelah tamat SMA, melanjutnya pendidikannya keluar daerah dan atau merantau ke daerah lain. Secara keseluruhan jumlah penduduknya sebanyak 16, 223 jiwa (BPS Polewali Mandar, 2009)

Dari Jumlah penduduk tersebut, dilayani oleh Petugas Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Tutallu  yang pada tahun 2009 berjumlah 37 tenaga yaitu 15 orang sebagai PNS, 16 tenaga Honorer dan 7 orang sebagai  tenaga kontrak.   Pada tahun-tahun sebelumnya Puskesmas Tutallu ini kadang memiliki  tenaga Dokrer Umum dan dan Dokter gigi, ditahun 2009-2010  kembali dalam posisi tidak memiliki dokter umum maupun dokter gigi. Uraian jumlah tenaga Kesehatan kecara keseluruhan disajikan sebagai berikut

  1. Sarjana Kesehatan 6 orang
  2. Diploma 3  kebidanan  20 orang
  3. Diploma 3 Kperawatan 18 orang
  4. Perawat SPK 8 orang
  5. Bidan SPK 4 orang
  6. Non Medis 10 orang
  7. Dan Diploma 3 Kesehatan gigi, gizi dan sanitarian masing-masing 2 orang.

Jumlah sarana dan prasarana Pelayanan Kesehatan Puskesmas Tutallu,  Disamping Puskesmas Tutallu sendiri juga terdapat  3 Puskesmas Pembantu  (1 Puskesmas pembantu rusak berat karena dihantam banjir awal tahun 2009). Puskesmas Tutallu juga memiliki 1  Polindes namun dalam keadaan rusak berat, 20 posyandu dimana 2 posyandu mempunyai gedung sendiri, selebihnya numpang dibawah kolong rumah penduduk (rumah kader posyandu). Memiliki juga Kendaraan roda 4 sebagai Puskesmas Keliling dan memiliki 8 unit kendaraan roda 2 sebanyak 8 unit.

Dalam menjalankan operasional program pelayanan kesehatan, Puskesmas  Tutallu mendapatkan dana dari 4 sumber, yaitu APBD Polewali Mandar, PT ASKES dan Program Jamkesmas serta beberapa dana lainnya misalnya swadaya masyarakat dan APBN Pusat.

Puskesmas  ini mempunyai Visi , yang dibuat secara bersama-sama seluruh staf puskesmas (visi bersama) yaitu menciptakan masyarakat yang mandiri dalam berperilaku dan produktif untuk menujuh desa sehat dan kecamatan sehat. Dan misinya, adalah, pertama ; memelihara dan meningkatkan kesehatan induvidu, keluarga, masyarakat dan lingkungan, Kedua; mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat dan ketiga adalah menggalang kerja sama lintas sektoral

Gambaran status kesehatan masyarakat wilayah Puskesmas Tutallu yang dilihat dari 10 Pola penyakit kunjungan rawat jalan Puskesmas, posisi pertamanya sampai ke empat masih didominasi  Penyakit menular (penyakit infeksi)  yaitu penyakit ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan bagian Bawah), Penyakit Kulit Alergi, Penyakit kulit infeksi dan Diare. Sementar posisi berikutnya  lima sampai  kesembilan  ditempati oleh penyakit tidak menular (penyakit  non infeksi) yaitu  Kecelakaan, karies gigi, Hipertensi, mata dan telinga. Urutan Ke sepuluh di tempati penyakit typoid. Penyakit typoid di daerah Puskesmas ini sering terjadi KLB ( Kejadian Luar Biasa Typoid). Distribusi  10 penyakit terbesar menurut umur sebgian besar berada pada kelompok umur <15 tahun ( baca ; lima belas tahun kebawah).

Melihat 10 pola penyakit rawat jalan pada Puskesmas Tutallu ini, sepertinya penyakit ISPA  yang berada pada posisi pertama dan jumlahnya 5-6 kali dari penyakit-penyakit lainnya yang berada dibawah, dapat menunjukkan 1-5 tahun kedepan posisinya tetap berada pada urutan pertama, di banding dengan 9 penyakit lainnya yang akan saling bergeser.

Sementara itu status pelayanan kesehatan  Puskesmas Tutallu yang dilihat dari  program pokok Puskesmas  yaitu Promosi Kesehatan yang dilihat dari Perilaku Hidup Bersih dan sehat masih terlihat sangat kurang karena sering terjadi penyakit-penyakit didaerah ini terutama diare yang ditemukan atau disebabkan perilaku hidup bersih dan sehat yang kurang diterapkan pada induvidu, anggota rumah tangga.

Program penyehatan lingkungan dan penyediaan air bersih, juga terlihat masih sangat kurang yaitu JAGA hanya  sekitar 42 % dan SAB sekitar 31,9 %, Cakupan ini sebenarnya —– penyediaan jamban keluarga—— masih sangat kurang, karena masih ditemukan banyaknya keluarga yang membuang hajat disembarang tempat ( sungai dan kebun), sementara untuk penyediaan air bersih, masyarakat lebih mengutamakan kebiasan  mengambil air sungai (42,2%) dari pada mengambil air yang memenuhi syarat yaitu Sumur Gali (23%), Sumur Pompa Tangan (9%)dan perpipaan (27%)

Program Pelayanan Kesehatan ibu dan Anak serta Keluarga Berencana pencapaian  atau berada diatas  65% yaitu kegiatan-kegiatan pelayanan ANC (K-4=100%) , namun dalam Pertolongan Persalinan oleh Tenaga kesehatan cakupanya hanya (73,8%)———-selebihnya ibu-ibu hamil  di tolong oleh dukun bayi dalam setiap pertolongan persalinannya———-, sementara itu Peserta Keluarga Berencana (KB) cakupannya baru mencapai (65%).

Program Perbaikan Gizi Masyarakat atau Program Pembinaan Gizi Masyarakat yang dilihat dari pertumbuhan Berat Badan Anak (N/D) hanya berkisar 50 % artinya dari 100 bayi yang ditimbang hanya sekitar 50 balita yang  naik berat badanya tiap bulannya, 50 balita lainnya berat badannya turun atau tetap————di wilayah puskesmas Tutallu ini sering ditemukan berat badan balita dibawah 60 % dari berat badan idealnya (sering ditemukan kasus gizi buruk)———-. Untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit pada Puskesmas Tutallu misalnya saja program  pengobatan Penderita TB Paru ditahun 2009 ditemukan BTA positif 13 penderita dari 156 penderita yang dicurigai ( Prevalensi 9.1%). Kasus penyakit TB Paru ini kalau tidak diintervensi dengan serius dapat menularkan 10-15 orang pertahunnya.

Untuk Program Pelayanan Pengobatan, yang dilihat dari  pelayanan Asuransi Kesehatan untuk PNS, Jamkesmas dan Pelayanan Pengobatan Pasien umum selama tahun 2009 masing-masing adalah  6% (420 pasiien), 23% (1595 pasien) dan 71% (4999 pasien) dari 7.014 pasien yang berobat di Puskesmas Tutallu.

Demikian profil  pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Tutallu Kecamatan Allu Kabupaten Polewali Mandar, memberikan gambaran keberadaan puskesmas, wilayahnya, pengembangan wilayahnya kerjanya, penduduknya, tenaga kesehatannya, sarana kesehatan, status kesehatan  dan status pelayanan kesehatannya. Tidak terlalu banyak yang diperlihatkan tetapi  dapat memberikan gambaran bagi mereka yang belum ke wilayahnya  atau dapat memberikan data awal  sebelum melakukan kunjungan ke wilayah  Puskesmas dimana ditahun 1993-1995 penulis perna bekerja dan yang terpenting lagi adalah Puskesmas Tutallu setelah dilanda Banjir bandang di awal tahun 2009, akan menempati Puskesmas Baru yang representatif dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional.

——————————————————–

@arali2008
Opini dari Fakta Empiris
Seputar Masalah Epidemiologi Gizi Dan Kesehatan
Di Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

4 Responses to Pusat Kesehatan Masyarakat Tutallu Polewali Mandar

  1. wahyuniansyah mengatakan:

    ada anthi disitu… atau ibu tasriah…

  2. wah trims udah membaca artikelnya tentang puskesmas
    semoga kesehatan rakyat indonesia semakin baik

  3. FaDhLi mengatakan:

    Salam kenal bro. .

    arali2008 menjawab
    salam kembali bro

  4. berita19 mengatakan:

    Kunjungan balik sahabat..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: