Air, Sungai Maloso-Mandar dan Bencana Banjir Bandang di Polewali Mandar

dscn2992@arali2008, Polewali Mandar Sulawesi Barat.-Tertulis air, sungai (Maloso dan Mandar) dan bencana banjir bandang di Polewali Mandar Sabtu, 10 Januari 2009.

Ditulis dengan maksud air dibutuhkan untuk hidup, untuk menjalankan kehidupan tapi kadang menimbulkan bencana. Hanya dengan kesadaran setiap orang memahami fungsi air untuk tubuh, untuk menjalankan kehidupan alam, dari hilir pegunungan sampai ke hulu daratan rendah dan tepian pantai lautan teluk Mandar, maka air  di Polewali Mandar tidak akan menimbulkan bencana.

Tujuh Hulu Sungai di puncak gunung menyatu dengan Tujuh Hilir Sungai ditepian pantai di Tanah Mandar Propinsi Sulawesi Barat merupakan untai kata indah yang telah diungkapkan oleh orang-orang Mandar “Tempo Duloe” . Dulu mereka yang hidup di hulu sungai selalu menjaga air dan hutan pegunungannya, karena mereka sadar kalau dirusak  akan menghancurkan mereka yang ada pada daratan rendah dan hilir sungai. Begitu pula sebaliknya mereka yang ada dihilir selalu memanfaatkan air untuk  hidup dan bertani, hasilnya sebagian dibawah ke  kehidupan mereka yang ada di hulu.  Hulu dan hilir saling memahami, saling menghargai, saling berkorban, saling mengerti dan saling peduli, sampai-sampai harus mengorbankan orang-orang terdekatnya tetapi lebih menghargai orang-orang yang ada dihilir dan hulu. Ini  semua penulis pernah  rasakan ketika  bekerja dihulu maupun dihilir.  Sifat-sifat itu rupanya kini  mulai tidak bersahabat lagi.

p1020167Dua sungai diantaranya yang terdapat di Polewali Mandar Sungai Maloso dan Sungai Mandar seakan-akan menjadi jalan air lintas hambatan mengalirkan air bahnya, lantaran banyaknya air menghantam daerah disekitar sungai yang dihuni oleh masyarakat, ketinggian air sampai dua meter bahkan ada yang sampai tiga meter, ratusan rumah warga dihanyutkan, bahkan penghuninya ada 10 orang yang meninggal karena tenggelam, 4 orang hanyut hilang dan belum ditemukan mayatnya. Cuma sekitar 4 jam air bah ini lewat, kayu yang hanyut, pohon yang tumbang, sampah dedaunan dan ranting pepohonan menjadi satu tertumpuk disepanjang aliran kedua sungai ini. Tumpukan lumpur menambah lingkungan disekitar aliran sungai dan daratan rendahnya tampak dan memang terlihat ada Bencana Banjir Bandang Di Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Bencana tersebut terjadi pada hari sabtu, 10 Januari 2009. Jam 14.00 – 18.00 waktu Indonesia Tengah. Infrastruktur jalan, jembatan, kantor pemerintahan kecamatan dan puskesmas rusak dalam kategori ringan dan sedang.  Ada sekitar 5.995 rumah rusak, 566 rumah diantaranya hanyut,  sisanya 1.571 unit rusak berat dan 3.858 rusak ringan. Aktifitas warga lumpuh seketika, karena rumah mereka hancur, ada warganya yang meninggal, hilang dan warga lainnya terancam kelaparan dan kesakitan.

dscn3020Memang ! ini bencana yang terbesar tentang cerita Dua Sungai (Maloso dan Mandar ) dari Tujuh Hulu Sungai di puncak gunung menyatu dengan Tujuh Hilir Sungai ditepian pantai di Tanah Mandar Propinsi Sulawesi Barat yang sudah 15 tahun penulis tempati untuk menjalani kehidupan

Di antara kedua sungai ini, Sungai Mandar yang hulunya ada di kecamatan Tubbi Taramanu, penulis pernah bekerja disini sekitar 3 tahun. Air dihulunya begitu bersih dan segar, bisa diminum langsung, karena mata airnya yang langsung keluar dari bebatuan yang dikelilingi pepohonan yang tumbuh dengan lebatnya, sehingga penulis tidak segan untuk meminumnya karena air pegunungan yang langsung keluar dari mata air adalah bersih dan banyak mengandung atau kaya dengan oksigen terlarutnya (air heksagonal). Air ini sangat berguna untuk meningkatkan suplai oksigen ke setiap sel tubuh, melarutkan zat gizi dan mendistribusikannya keseluruh tubuh, merangsang kelangsungan hidup sel, mengatur suhu tubuh, serta melarutkan bahan-bahan berbahaya dan zat buangan keluar tubuh.

”Air adalah salah satu zat gizi dari zat gizi lainnya karbohidrat, Protein, lemak, vitamin dan mineral. Terdapat dalam bahan makanan dan minuman air, apabila dikonsumsi dalam keadaan segar dapat menyehat tubuh. Maka biarkanlah air itu dalam keadaan segar dan alami.”

Tapi cerita tentang air pegunungan di Hulu Sungai Mandar sudah berubah, ia tidak keluar lagi dari bebatuan yang tenang, bersih dan segar, tetapi ia keluar seperti air bah, yach! memang seperti air bah ! atau lebih tepatnya air yang banyak sekali yang tiba-tiba keluar menghancurkan bebatuan, bukan cuma satu tempat tapi dibanyak tempat yang lain juga, semua keluar menghancurkan bebatuan.

”Apa gerangan yang terjadi” ternyata mereka air, turun dari langit tidak mengenai lagi dedaunan pohon yang besar, lebat, turun pelan menyelusuri ranting dan jatuh di atas tanah dengan lembut., masuk kedalam tanah, menyelusuri akar pohon yang besar secara perlahan, kemudian masuk kedalam bebatuan, dan keluar dalam bentuk mata air yang bersih dan segar, mengalir dengan tenang dari hulu sampai ke hilir, tampa mengakibatkan bencana.

Itu dulu waktu penulis masih kerja di pegunungan kecamatan Tutallu yang sekarang telah dimekarkan menjadi dua kecamatan Allu dan Tubbi Taramanu.

Kabupaten Polewali Mandar merupakan wilayah dengan empat dimensi (wilayah) yaitu dimensi wilayah pegunungan, Pantai, daratan rendah dan dimensi wilayah sepanjang aliran sungai besar Mandar dan Maloso. Pada hari sabtu, 10 Januari 2009. Jam 02.00 wita. telah terjadi banjir bandang dari aliran sungai Mandar dan Sungai Maloso yang melanda hampir sebagian besar diwilayah Kabupaten Polewali Mandar, dengan ketinggian air setinggi kurang lebih 2 meter atau setinggi dada orang dewasa, bahkan ada yang sampai 3 meter, mengakibatkan atusan rumah warga diwilayah tersebut hancur termasuk infrastruktur jalan, jembatan kantor pemerintahn kecamatan dan puskesmas rusak. Masyarakat disekitar diwilayah becana tidak mampu lagi melakukan penanggulangan, aktifitas warga lumpuh ditingkat kecamatan dan desa. Ada warga yang meninggal, hilang dan warga lainnya terancam kelaparan dan kesakitan.

Sekarang beberapa desa dan kelurahan di 13 kecamatan dari 16 kecamatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar terendam penuh dengan air yang mengalir dalam jumlah yang banyak mulai dari wilayah hilir sungai Mandar menyelusuri wilayah kecamatan Tubbi Taramanu, Allu, Luyo sampai ke hilir sungai Mandar wilayah kecamatan Limboro dan Tinambung. Secara bersaman juga dengan air yang mengalir dalam jumlah yang banyak di hilir sungai Maloso menyelusuri Kecamatan Matanga, Bulo, luyo, Tapango, Wonomulyo dan Matakali sampai kehilir sungai Maloso menyelusuri kecamatan Mapilli dan Campalagian. Kedua air sungai ini Sungai Maloso, Sungai Mandar menimbulkan bencana Banjir Bandang di Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

Yaaah!  Demikian kutulis…..

Air kehidupan ….

Sungai maloso dan mandar

Mengalirkan air bencana, bukan lagi air kehidupan

—————————————————

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

One Response to Air, Sungai Maloso-Mandar dan Bencana Banjir Bandang di Polewali Mandar

  1. Bencana Banjir mengatakan:

    bencana banjir sudah terlalu sering terjadi dan semakin lama semakin parah dengan bertambahnya kerusakan lingkuangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: