Derajat Kesehatan diantara Pengambil Keputusan dan Provider

dejata-kersehatanPolewali Mandar Sulawesi Barat.– Ternyata upaya penurunan kematian ibu dan bayi di kabupaten Polewali Mandar dari tahun 2006 -2008 sebagai gambaran ukuran derajat kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar sudah menunjukkan hasil yang membaik, di bantah sendiri —– saya ulangi “dibantah” —— oleh para provider kesehatan di daerah ini.

Hal ini diketahui dari Hasil dialog Survei interaktif  tanggal 10 November 2008 di Aula pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 44 tanggal 12 November 2008 yang di amati oleh Lembaga Kajian kawasan Barat Sulawesi (LK2BS) Bpk Surgawan Askari, mempertemukan para eselon II dan III sebagai narasumber dan para provider kesehatan sebagai peserta (57 petugas).

Hasil survei interaktif menunjukkan  65 % menyatakan “tidak setuju” bahwa derajat Kesehatan masyarakat di Polewal Mandar telah membaik. Apakah provider kesehatan mengerti tentang derajat kesehatan atau ketidak setujuan ini sebagai protes atas ketidak puasan terhadap eselon II dan III yang tidak memperhatikan apa yang telah mereka provider buat?”.

Narasumber  dari dialog interaktif ini yaitu para pejabat eselon II dan III  dilingkup Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar cenderungan menilai para provider kesehatan tidak mengerti tentang “Derajat Kesehatan Masyarakat“, mereka cenderung tidak percaya bahwa derajat kesehatan masyarakat Polewali Mandar yang dikatakan oleh provider itu tidak membaik, para narasumber cenderung mengurui bahwa

“Apakah Provider Kesehatan  mengetahui bahwa Indikator Derajat Kesehatan Masyarakat dapat dilihat dari Angka Kematian ibu dan bayi serta Angka Harapan hidup,” jika ketiga angka-angka tersebut turun ( AKI dan AKB) dan Angka harapan hidup naik, otomatis derajat kesehatan telah membaik,” demikian garis besar komentar para eselon II dan III tersebut

Provider Kesehatan, entah karena digurui atau karena dipengaruhi,  seakan mereka menyesal mengatakan bahwa derajat kesehatan di Polewali Mandar  “tidak membaik”. Tapi bagi penulis ini adalah suatu fakta (kenyataan  bahwa pengambil kebijakan maupun provider kesehatan memang belum mengerti dengan benar  atau tidak terlalu familiar  tentang Derajat Kesehatan Masyarakat, baik secara kuantitaf maupun secara kualitatif.

Memang benar derajat kesehatan masyarakat itu dapat dilihat dari penurunan Angka kematian ibu dan bayi dan ini dipengaruhi oleh indikator-indikator :

  1. Kesehatan lingkungan,
  2. pelayanan kesehatan,
  3. perilaku dan
  4. kependudukan,

Dengan melihat ke empat indikator bukan berarti dengan penurunan kematian ibu dan bayi  otomatis  derajat kesehatan telah membaik. Kalau Provider menyatakan belum membaik karena memang mereka selama ini terlibat langsung dengan masyarakat  yang tentunya indikator-indiaktor  pengaruh diatas mereka yang lebih banyak tahu, jadi kalau mereka mengatakan derajat kesehatan masyarakat  belum membaik itu artinya indikator-indikator pengaruh dari derajat kesehatan masyarakat memang belum membaik sehingga mereka menjawab ” tidak setujuh” derajat kesehatan masyarakat telah membaik di kabupaten Polewali Mandar walaupun faktanya telah terjadi  penurunan Angka Kemtaian Bayi (AKB) dan angka Kematian Ibu  (AKI) serta peningkatan Angka Harapan hidup sejak lahir.

Pertanyaannya adalah Mengapa Indikator Derajat Kesehatan Masyarkat yang dilihat dari Angka Kemtaian Bayi (AKB) dan Angka Kematain Ibu (AKI) telah turun tapi Indiktor pengaruh yang oleh Provider mengatakan belum membaik?.

Jawabnya adalah  itu hanya penurunan sesaat karena intervensi yang dilakukan selama ini hanya pada tingkat output saja yaitu menjamin kehamilan dan persalinan yang aman dan bayi terus hidup serta sehat. intervensi tidak dilakukan pada faktor-faktor  atau indikator-indikator utama yang mendukung penurunan kematian ibu dan bayi tersebut.

Intervensi yang tidak dilakukan pada bagaimana memperbaiki  kualitas kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat dan pengelolaan keluarga berencana yang terencana, sebagai indikator-indikator dasar dari derajat kesehatan masyarakat, setidaknya itu menurut teori Blum, tentunya tidak akan mempengaruhi penurunan kematian ibu, bayi, peningkatan imunitas bayi dan adanya status gizi yang baik.

Seandainya ini dilakukan  ——— yaitu intervensi pada faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, perilaku dan perencanaan keluarga ———– dan  memberikan hasil yang optimal maka penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi, peningkatan imunitas bayi dan adanya status gizi  baik pada balita, akan memberikan dampak yang permanen 3 tahun bahkan untuk 5 sampai 10 tahun kedepan, bukan sesaat yang hanya melihat 2-3 tahun saja dan kemudian kita mengatakan derajat kesehatan masyarakat Polewali Mandar telah membaik.

Begitulah wajah Pejabat Struktrual Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dan Para Provider Kesehatannya (Para pemberi pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat) dalam menyingkapi Derajat Kesehatan Masyarakatnya, Masyarakat Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat.

 

opini dari fakta empiris

 

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Derajat Kesehatan diantara Pengambil Keputusan dan Provider

  1. Ping-balik: “Pejabat” | oetoesan melajoe

  2. Keep away from people who try to belittle your ambitions. Small people always do that, but the really great make you feel that you, too, can become great.

  3. alfie says:

    So sad

    @arali2008 menjawab
    yach! sangat menyedihkan untuk teman-teman saya, tidak bisa sefaham antara pimpinan dan mereka yang berkerja dimasyarakat.

    btw link nya mana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: