Diare dan Ada Yang meninggal di Polewali Mandar ( Bag.2)

Polewali Mandar Sulawesi Barat,–Kalau ada lagi tambahan kasus 25 penderita diare  ditempat yang sama atau ditempat yang lainnya  dalam waktu seminggu di wilayah Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, dengan kondisi yang sama tampa intervensi segera maka akan menimbulkan lagi satu kematian bahkan lebih. Sepertinya kesimpulan ini kurang mendapat perhatian dari tenaga kesehatan dipuskesmas dan Dinas Kesehatan  Kabupaten Polewali Mandar hingga akhirnya, ada lagi yang meninggal.

Baru saja di Desa Sambi-Bali ( Baca Laporan  Hujan turun, Anak Kegirangan, Diare dan Ada yang Meninggal) pada minggu  ketiga bulan Okrober 2008 terjadi kematian diare.  Karena kurangnya mendapat  respon petugas, akhirnya awal November 2008 di Pambusiang Kecamatan Balanipa   1 orang (Anak) diare meninggal dan Desa Papandangan  Kecamatan Anreapi Kabupaten Polewali Mandar ditemukan lagi 4 anak diare meninggal.

Akhirnya pada pagi hari senin, tanggal 3 November 2008 bapak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar dr. H. Achmad Azis. M.Kes melakukan pertemuan mendadak dengan stafnya tentang kejadian kasus Diare yang dalam dua minggu terakhir terjadi peningkatan kasus penderita dan ada yang meninggal. Saya sendiri  dalam pertemuan ini diperintahkan khusus untuk menjelaskan ” Mengapa Bisa terjadi..?

Mengapa bisa terjadi ?

Lingkungan yang tidak memenuhi syarat sanitasi, pada musin kemarau memang tidak terlalu berbahaya, tetapi ketika musin hujan mulai turun, lingkungan yang sebelumnya tidak berbahaya bergesar menjadi lingkungan  yang berbahaya karena lingkungan tersebut menjadi kelihatan jorok. Kotoran ayam, sapi, kambing bahkan manusia menjadi satu, tempat yang sangat baik untuk tumbuh dan berkembangnya mikroorganisme penyebab diare, sumber-sumber penularan mulai banyak sehingga kuman-kuman ini mempunyai kemampuan untuk menginfeksi setiap induvidu yang tidak mempunyai kebiasaan hidup bersih dan sehat.

———–Sering dikomentari oleh petugas kesehatan Diare di Polewali mandar ini disebabkan oleh air minum yang tidak direbus. Ini adalah pernyataan yang  salah, Diare bukan disebabkan oleh air minum yang tidak dimasak tetapi air minum yang terinfeksi atau tercemar mikroorganisme penyakit—–

1 orang, 2 orang, 3 orang mulai terinfeksi, hingga sampai dengan angka kritis 25 penderita yang  secara kelompok dapat menunjukkan  gejala yang jelas  dari diare, mencret karena makanan dan minuman  atau apa saja yang  dikonsumsi telah tercemar semisal  yang dicurigai adalah  Bakteri E. Coli. Ketika berada di usus E Coli menghambat penyerapan malah sebaliknya cairan sel tubuh diserap hingga akhirnya di keluarkan melalui tinja yang encer, sampai kurang lebih diatas 500cc dan ini sangat berbahaya apabila tidak ada pengganti cairan (makanan dan munuman) yang masuk, penderita tersebut bisa meninggal dunia. Dan memang betul anak-anak tersebut diatas telah meninggal dunia.

Apa yang terjadi Selanjutnya…?

Selanjutnya apabila  kasus ini terus terjadi, dimana yang meninggal semakin banyak,  angka yang meninggal lebih banyak dari yang menderita, maka mereka mikroorganisme (E. Coli) telah berpesta ria, bukan lagi karena bergesernya lingkungan dari bersih ke kotor, tapi lingkungan ini telah dikendalikan oleh mikroorganisme, tidak ada cara lain selain manusia harus mengungsi dari tempat (rumah) hidupnya, sampai manusia  benar-benar mempunyai antibodi yang kuat untuk melawan mereka mikroorganisme. Sebelum peristiwa tersebut terjadi apa yang harus dilakukan.

Yang harus dilakukan

  1. Pelajari  data kasus diare, lihat trend, peningkatan 3 minggu berturut-turut
  2. Tingkat kepekaan petugas kesehatan terhadap penanganan dan peningkatan kasus diare
  3. Dirikan pos-pos  Pelayanan kesehatan dimana ada kenaikan kasus diare.
  4. Lakukan penyuluhan cara pencegahan diare misalnya simulasi Larutan Gula Garam, Oralit dan lain-lain
  5. Kampanyekan perilaku hidup bersih dan sehat terutama kebersihan induvidu misalnya mandi, cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar serta setelah selesai bekerja
  6. dan yang terpenting adalah cegah makanan, minuman  dan bahan-bahan yang dikonsumsi dari sumber-sumber penularan.
  7. Serta lakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab langsung dari Kejadian dan kematian diare.

Surat Edaran

  1. Surat Edaran Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Diare di Kab. Polewali Mandar Sulbar
  2. Leaflet_Diare
  3. Poster Pengobatan dan Pencegahan Diare

Artikel Terkait

  1. AKHIRNYA PENYEBAB KESAKITAN DAN KEMATIAN DIARE DI POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT TERDETEKSI
  2. Hujan Turun, Anak Kegeringan dan Ada yang Meninggal
  3. Hasil Penyelidikan Kasus Jumino, Neurofibromatosis di Polewali Mandar
  4. Penyakit Cacing Pada Anak SD Di Polewali Mandar

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Iklan

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

4 Responses to Diare dan Ada Yang meninggal di Polewali Mandar ( Bag.2)

  1. Thanks! This can vastly help a newbie like me.

  2. zarobek w internecie says:

    very great point. really good post by the way.

  3. This is definitely a topic thats close to me so Im happy that you wrote about it. Im also happy that you did the subject some justice. Not only do you know a great deal about it, you know how to present in a way that people will want to read more. Im so happy to know someone like you exists on the web.

  4. Hello everybody, This article is terrific as well exactly how the subject had been expanded. I like some of the comments too even though I would choose we all keep it on topic to be able to add significance to the subject.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: