Hujan Turun, Anak Kegirangan, Diare dan Ada yang Meninggal

Logo @arali2008Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008— Mulai tanggal 24-27 Oktober 2008 Hujan menguyur Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, beberapa wilayahnya terjadi banjir, diantaranya, meluapnya sungai Mapilli, hingga kecamatan disekitarnya yaitu Mapilli dan Campalagian terendam air, diwilayah pegunungan, Kecamatan Tutallu terjadi lonsor dan kecamatan lainnya terjadi peningkatan kasus diare bahkan terjadi kematian.

Desa Sambali-Bali Kecamatan Luyo dengan jumlah penduduk 2080 jiwa serta merta terjadi peningkatan penderita diare, pada awal Oktober hanya terjadi 3-5 kasus namun tiba-tiba pada minggu ke kedua terjadi peningkatan kasus menjadi 5-10 kasus hingga puncaknya minggu ketiga ada 10-20 kasus, terhitung tanggal 27 Oktober 2008 secara kumulatif sebanyak 49 kasus (Incident Rate =2,4%) 13 orang dirujuk (25%) dimana penderita terbanyak anak usia dibawah 15 tahun (39 orang= 80%) dua diantara meninggal dunia (Case Fatality Rate=4,2%).

Apa artinya angka-angka dan fakta  diatas ?

Jumlah kasus perminggunya mungkin sudah jelas, tetapi  bagaimana Case Fatality Rate (CFR) yang dalam bahasa Indonesia disebut angka kematian kasus (diare) yang dipergunakan dalam kasus-kasus penyakit  yang dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (Baca : KLB).

CFR 4,2%  mempunyai arti tersendiri  yaitu setiap 100 penderita diare akan ditemukan 4 penderita meninggal duni atau dalam diagnosa epidemiologi  —- prognosis —- dapat dinyatakan akan ada satu penderita yang meninggal bila  ada lagi 25 penderita diare.

Yach ! kalau ada lagi tambahan kasus 25 penderita diare  ditempat yang sama atau ditempat yang lainnya  dengan kondisi yang sama tampa intervensi segera maka akan menimbulkan lagi satu kematian, resiko terbesar terjadi pada mereka, anak-anak SD dan SMP karena ketika hujan turun, anak-anak kegirangan, mereka bermain dengan hujan, mereka tidak sadar, lingkungan rumah mereka kotor, dimana kandang hewan pada setiap rumah selalu berada di bawah kolong rumah, mereka tidak mempunyai WC (jamban keluarga) hingga akhirnya mereka membuang hajat semberangan tempat, biasanya dipinggir hutan (kebun).

Riswan (14 tahun) adalah salah satu anak yang meninggal dunia, siang harinya Riswan bermain dengan hujan sampai magrib, kemudian makan malam bersama kelima anggota keluarga, namun ketika tengah malam Riswan mencret dan muntah, anggota keluarga tidak mengalami hal ini, sebanyak 4 kali Riswan harus mencret dan sekai-kali muntah, dirinya dan orang tuanya termasuk saudara lainnya tidak bisa berbuat banyak terutama mengganti cairan yang telah keluar. Ia lemas dan terlihat kehilangan cairan banyak dari tubuhnya (baca : dehidrasi). Hingga pagi harinya Riswan oleh orang tuanya yang tinggal dipegunungan mencoba turun gunung, membawanya ke Puskesmas yang jaraknya sekitar 6 km, namun perjalanan baru seratus meter, Riswan sudah tak berdaya, lemas dan pinsan kebiruan, orang tuanya terpaksa kembali kerumah, baru satu jam di rumah Riswan meninggal dunia.

Anak-Anak tidak ajarkan mencegah penyakit diare …

Walaupun daerah ini telah ada program CLTS yaitu suatu program sanitasi total yang dipimpin oleh masyarakat, namun karena tidak adanya pemdamping pemberdayaan program, CLTS ini tidak berkelanjutan tidak memberikan dampak  terhadap  pencegahan terjadinya penyakit diare.

Masyarakat pada dasarnya telah sadar dalam perilaku hidup bersih dan sehat terutama secara induvidu, namun ketika hujan turun dengan frekwensi yang sering dan membuat lingkungan bertambah kotor, disinilah mulai timbul BENCANA, anak-anak mulai bermain-main dengan hujan pada lingkungan rumah yang sudah tidak memenuhi syarat sanitasi, kebiasaan mencuci tangan sebelum makan mulai tidak maksimal lagi, sehingga setiap keluarga dari 40 rumah yang disurvei satu diantara anggota keluarga menderita diare, anggota keluarga lainnya tidak menderita. Andai kata kasus ini disebabkan oleh air minum yang dikonsumsi maka semua anggota keluarga akan terpapar bakteri dan selanjutnya menderita diare.

Bencana adalah  suatu peristiwa, enta karena perbuatan manusia atau alam, mendadak atau berangsur, yang menyebabkan kerugian yang meluas terhadap kehidupan, materi dan lingkungan sedemikian rupa melebihi kemampuan dari masyarakat korban untuk menanggulangi dengan menggunakan sumber dayanya sendiri (dari tulisan Apa Itu Bencana?)

Hasil wawancara secara mendalam ternyata kebersihan perorangan dan cuci tangan tidak merata pada setiap anggota keluarga, terutama anak SD dan SMP. Sepertinya pengetahuan dan keterampilan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) pada anak SD dan SMP tidak dimiliki anak-anak di Desa Sambali-Bali ini. Anak-Anak tidak dilibatkan, tidak diajarkan, tidak ikut dalam proses pembelajaran hidup bersih dan sehat serta cara-cara mencegah penderita diare.

opini dari fakta empiris

Semua  jumlah penderita diare dan penyebab diare telah diketahui, solusi cepat mulai diberikan sebagaimana yang disarankan pada petugas bidan di desa (Poskesdes) dan Puskesmas Batupanga diantaranya

  1. Obati penderita dan rujuk segera bila penderita ditemukan gejala dehidrasi,
  2. Lakukan penyuluhan dan demontrasi PHBS dalam menanggulangi penyakit diare pada anak SD dan SMP, latih mereka dengan penggunaan larutan gula garam dan penggunaan oralit.

Bagaimana dengan lingkungan yang kotor ? dimana kandang hewan yang merada dibawah kolong rumah, buang hajat  di kebun yang ketika hujan turun terlihat semakin jorok. jawabnya tim investigasi dan intervensi dari Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar hanya memberikan rekomendasi kepada sektor-sektor dan program yang terkait diantaraanya Dinas Peternakan, PU, PKK, Pemberdayaan Perempuan dan masyarakat termasuk program kesehatan lingkungan pada Dinas Kesehatan. Merekalah yang berbuat, saya Arsad Rahim Ali  sebagai ketua tim hanya memberikan rekomendasi.

———————————————————————————————

Download Dokumen-dokumen lain dan baca Artikel lain yang berhubungan dengan penanggulangan diare

  1. Leaflet_Diare
  2. Poster Pengobatan dan Pencegahan Diare
  3. Diare dan Ada Yang Meninggal Di Polewali Mandar Sulawesi Barat
  4. Hasil Penyelidikan Kasus Jumino, Neurofibromatosis di Polewali Mandar
  5. Penyakit Cacing Pada Anak SD Di Polewali Mandar
  6. Review Program Surveilans Epidemiologi
  7. Penyelidikan Demam Chikungunya
  8. Akses Rumah Tangga Terhadap Air Bersih di Polewali Mandar.
  9. Faktor Resiko dan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
  10. Hasil Penyelidikan KLB Diare Di Kec. Luyo Polewali Mandar
  11. Penyebab (etiologi) Diare di Polewali Mandar Belum Di Intervensi
  12. Dukun Ponari Salah Satu Bukti Kegagalan “Pendekatan Medis” dalam Kesehatan Masyarakat
  13. Air, Sungai Maloso-Mandar dan Bencana Banjir Bandang di Polewali Mandar
  14. Penyebab Kasus Kesakitan dan Kematian Diare di Polewali Mandar Terdeteksi
  15. Laporan dari OXFAM untuk Diare di Polewali Mandar
  16. Diare dan Ada Yang meninggal di Polewali Mandar ( Bag.2)
  17. Apa Itu Bencana?

Surat Edaran

  1. Surat Edaran Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Diare di Kab. Polewali Mandar Sulbar

Artikel Terkait lainnya :

  1. AKHIRNYA PENYEBAB KESAKITAN DAN KEMATIAN DIARE DI POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT TERDETEKSI

—————————————————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

 

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Hujan Turun, Anak Kegirangan, Diare dan Ada yang Meninggal

  1. Tessa Galer mengatakan:

    This informal summary assited me very much! Saved your site, very interesting categories just about everywhere that I read here! I really like the information, thank you.

  2. ATT Forum mengatakan:

    Great post and right to the point. I don’t know if this is actually the best place to ask but do you guys have any thoughts on where to hire some professional writers? Thanks🙂

  3. Feisher mengatakan:

    this is a smart website. I mean it. You have so much knowledge about this issue, and so much passion. You also know how to make people rally behind it, obviously from the responses. Youve got a design here thats not too flashy, but makes a statement as big as what youre saying. Great job, indeed.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: