Ringkasan Rencana RSUD Polewali Ke Type B

Logo @arali2008RINGKASAN
HASIL KAJIAN PENGEMBANGAN RSUD POLEWALI TYPE C
MENJADI TYPE B KABUPATEN POLEWALI MANDAR

Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Status Rumah Sakit Umum Daerah Polewali yang letaknya sangat strategis sebagai pusat rujukan pasien antar Kabupaten di wilayah Propinsi Sulawesi Barat merupakan pusat rujukan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit diwilayah Makassar Propinsi Sulawesi Selatan. Namun sayang rumah sakit ini statusnya  kelasnya masih sebagai Type C.  Mungkinkah RSUD Polewali ini menjadi Type B berikut ringkasan hasil Kajiannya.

Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat merupakan kabupaten yang dikenal dengan tujuh aliran sungai, berada diteluk Mandar, mempunyai wilayah daratan rendah yang luas dan subur serta wilayah pegunungan yang kaya akan sumber daya alam yang belum terolah.

Kabupaten yang mempunyai luas 2.022.30 km2 berada diwilayah selatan propinsi Sulawesi Barat yang berbatasan langsung dengan kabupaten Pinrang Propinsi Sulawesi Selatan, sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Mamasa dan Mamuju serta sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Majene. Masyarakatnya terdiri dari berbagai etnik (Mandar, Jawa, Bugis, Pattae, Makassar, Mamasa dll). dengan jumlah keseluruhan (jumlah penduduk tahun 2007 ) sebanyak 363.900 jiwa dengan anggota keluarga miskin sebanyak 138.913 jiwa ( + 30%).

Presentase keluarga miskin yang cukup besar inilah yang menjadi masalah utama dalam pembangunan daerah diwilayah ini. Kemandirian masyarakat terutama keluarga miskin untuk mencapai kesejahteraan sebagai tujuan akhir dari pembangunan masih sangat tertinggal walaupun dibandingkan dengan 4 kabupaten lainnya di Propinsi Sulawsei Barat, Kabupaten ini masih merupakan yang terbaik.

Salah satu masalah kemandirian masyarakat untuk mencapai kesejahteraan adalah kemandirian sehat yang masih sangat jauh dari yang diharapkan. Hal ini dapat dilihat dari salah satu indikator kesehatan yaitu akses terhadap sarana pelayanan kesehatan rujukan. Status Rumah Sakit Umum Daerah Polewali yang letaknya sangat strategis sebagai pusat rujukan pasien antar Kabupaten di wilayah Propinsi Sulawesi Barat merupakan pusat rujukan sebelum dirujuk ke Rumah Sakit diwilayah Makassar Propinsi Sulawesi Selatan.

Angka kematian (diatas 45 per 1000 pasien ) dan kesakitan (bertambah 25 % pertahunnya) terhadap kunjungan pasien rawat jalan dan inap, serta hubungan antara Pemanfaatan Tempat Tidur (BOR= 77%), Rerata Perawatan (ALOS= 5 hari) dan Interval tempat tidur yang tidak digunakan (TOI = 1 hari ), merupakan masalah terbesar di RSU Polewali tahun 2006. Penyebab masalah ini adalah kurangnya atau tIdak adanya peralatan medik dan penunjang serta sarana prasarana gedung, sehingga solusi yang ditawarkan adalah RSU Polewali sudah harus di kembangkan sarana dan prasarana, termasuk standar operasional prosedurnya serta Sumber Daya Manusianya, menjadi Rumah Sakit Type B di wilayah Propinsi Sulawesi Barat.

Consep yang ditawarkan adalah Sesuai dengan Permenkes RI No. 920/Men-Kes/Per/XIII1986, yaitu perbandingan luas tanah dengan luas lantai bangunan adalah 1,5:1, untuk bangunan tidak bertingkat. Lokasi rumah sakit yang akan dikembangkan akan menempati lokasi yang telah tersedia dengan pertimbangan untuk tetap menyediakan ruang terbuka hijau serta untuk meningkatkan kenyamanan ruang maka pengembangan juga diarahkan secara vertikal.

Demikian ringkasan proposal dibuat, semoga pengembangan Rumah Sakit Umum Polewali dari type C menjadi Type B dapat terwujud dan dengan sendirinya dapat meningkatkan status kesehatan diwilayah Kabupaten Polewali Mandar khususnya dan Propinsi Sulawesi Barat pada umumnya

Namun masalah dan Tantangan diatas  tidak bisa berlanjut  dikarenakan Tim RSUD Polewali sendiri yang belum siap untuk mengembangankan Rumah Sakitnya.  Itulah hasil kunjungan Tim Visitasi Depkes RI Pusat saat melakukan tinjauan ke RSUD Polewali ini. Masih banyak yang harus dipersiapkan diantaranya :

  1. Hasil Penilaian Akreditasi Pengembangan Rumah Sakit yang Belum Ada
  2. Bentuk atau struktur organisasi / kelembagaan yang  ada untuk pengembangan Rumah Sakit ke Type B belum.

Semoga pihak interen rumah sakit dapat mempersiapkan komponen tersebut sehingga apa yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah kabupaten ditahun 2008 dapat segera direalisasasikan paling tidak ditahun 2009.

opini dari fakta empiris

Baca download selengakpnya

  1. Ringkasan Hasil kajian Pengembangan RSUD Polewali Mandar
  2. Tragedi kematian Kambacong di RSUD Polewali
  3. Bed Occupancy Rate (BOR) dan Pengembangan Rumah Sakit Di Propinsi Sulawesi Barat.
  4. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar tahun 2009

——————————————————————-

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemilogi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

3 Responses to Ringkasan Rencana RSUD Polewali Ke Type B

  1. Annika Kwek mengatakan:

    I’d must examine with you here. Which isn’t one thing I often do! I enjoy studying a publish that can make folks think. Also, thanks for permitting me to remark!

  2. Margarette Drolet mengatakan:

    This is my second visit to this blog!! Your blog provided us with important information to work with? You definitely answered all the questions!! Thank you for another great blog. You have done a fantastic job.. I really like what you had to say.I thought it was going to be some boring old post, but it really compensated for my time. Aw, this was a really quality post.. Took me awhile to read all the comments, but I really love the article!!

  3. ahmad mengatakan:

    bisa tidak saya tanya desa paling miskin di polman…???

    arali2008 menjawab
    desa yang paling miskin adalah desa-desa yang berada di wilayah kecamatan pegunungan Misalnya desa-desa di Wilayah Kecamatan Tubbi Taramanu dan Kecamatan Bulo. dimana ukurannya adalah pengeluaran terbesar dari pendapatan mereka adalah lebih-kurang 80% hanya untuk keperluan makan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: