Manajemen Data Dalam Peraturan Epidemiologi Kesehatan

Polewali Mandar Sulawesi Barat @arali2008.– Ternyata skor  Sistem Informasi Kesehatan yang diselenggarakan oleh  Kementerian Kesehatan dan jaringannya (pusat maupun daerah) dalam hal  menyelenggarakan manajemen data hanya sebesar 35 % disimpulkan TIDAK ADEKUAT, (Sumber : Hasil Assessment SIK Indonesia tahun 2007 dengan menggunakan HMN tools, Depkes RI. 2007).

opini dari fakta empiris

Simpulan dari nilai ini menunjukkan bahwa data-data yang dikumpulkan dari sumber data dan kemudian dikelola menghasilkan produk informasi  hanya 35% yang dapat ditindak lanjuti menjadi produk informasi dan termanfaatkan. Ini menunjukkan juga bahwa kemampuan sumber daya SIK hanya sebesar 35 % artinya data-data yang selama ini terkumpulkan dari sumberdata sudah harus di revitalisasi sesuai dengan kemampuan pengelolaan dalam suatu manajamen data yang baik dan benar

Saya bisa rasakan dari pengalaman dalam mengelola data dan system informasi kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar, data-data yang terkirim dari sumber data Puskesmas dan rumah sakit ke tingkat Kabupaten begitu banyak namun hanya sebagai kecil yang ditindak lanjuti untuk kepentingan maksud dan tujuan adanya data tersebut.

Apa Itu Data ?

Sebenarnya apa itu data. Berbagai pakar mengartikan data sebagai  hasil penghitungan dan pengukuran. Dalam bentuk jamak Data sebagai Datum diartikan himpunan hasil dari penghitungan dan pengukuran, bisa dalam bentuk angka/bilangan (umur, berat badan) dan bukan angka (jenis kelamin, tingkat pendidikan), dsb. Data dapat berupa catatan-catatan dalam kertas, buku, atau tersimpan sebagai file dalam data base.

Data  sebagai hasil perhitungan dan pengukuran belum dapat berbicara banyak sebelum diolah lebih lanjut. Dalam pengelolaan inilah dikenal dengan istilah Manajemen Data. Pengertian manajemen dalam hal data itu bukanlah Istilah manajeman yang biasa dikenal dan yang sering digunakan  suatu organisasi yaitu  manajemen  yang terdiri dari unsur perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan  monitoring –Evaluasi. Manajemen data yang dimaksud disini adalah kegiatan pengelolaan data.

Manajemen Data

Manajemen dalam pengertian Data (Manajenmen Data) adalah Rangkaian kegiatan pengelolaan data mulai dari kegiatan  pencatatan, pengumpulan, pengolahan, analisis data hingga menjadi suatu informasi. Tahapannya dari Manajemen data adalah

  1. Pencatatan Data
  2. Pengumpulan Data
  3. Pengolahan Data termasuk didalamnya analisis data
  4.  Penyajian/visualisasi Data
  5. Pemantauan dan Umpan Balik

Ada pertanyaan menarik  dari Narasumber Kementerian Kesehatan cq  Pusat Data dan Informasi Kesehatan ketika saya mengikuti Pelatihan ICD-10  tanggal 23-25 Juli 2012 di Makasar yaitu presentase  Materi Manajemen Data. Salah satu Slide powerpintnya adalah pertanyaan  “DATA KITA TIDAK DIGUNAKAN OLEH PEMBUAT KEBIJAKAN !?”

Jawabnya dalam slide berikutnya dari narasumber Kementerian Kesehatan  adalah

DATA KITA

  • Sulit diakses, sukar dicerna, dan tidak jelas.
  • Tidak akurat, tidak valid, tidak berkualitas
  • Tidak responsif
  • sudah “basi” (out of date).
  • Informasi bisa dikatakan ‘lost  in translation‘ karena format tidak dibuat mudah dipahami pembuat kebijakan

Secara keseluruhan jawaban dari pertanyaan tersebut  diatas  “DATA KITA TIDAK DIGUNAKAN OLEH PEMBUAT KEBIJAKAN !?” Karena data yang dikelola tidak dilakukan  sesuai dengan tahapan manajemen data. Selanjutnya narasumber menjelaskan secara detail tahapan-tahapn dalam manajemen data dan beberapa contoh kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh pengelola data Kabupaten  dari  data laporan profil kesehatan kabupaten.

Ada satu hal yang tidak disajikan oleh narasumber yang tiba-tiba muncul dari pikiran saya yaitu tidak diterapkan aturan-aturan dalam tahap manajemen data, dalam bidang epidemiologi, manajemen data dalam hal hubungannya dengan pembuat/pengambil kebijakan dikenal dengan peraturan untuk inferensi epidemiologi kesehatan. Atau dalam hubungannya dengan tulisan ini saya sebut sebagai manajemen data dalam peraturan epidemiologi

Manajemen Data Dalam Peraturan Epidemiologi

Ada 5 Aturan Epidemiologi —— Peraturan-Peraturan Untuk Inferensi Epidemiologik kesehatan ——- dalam hubungan dengan pembuat/pengambil kebijakan. 5 Aturan tersebut  adalah

5 Aturan Epidemiologi dalam Manajemen Data Kesehatan

PERTAMA : Rumuskan secara seksama pertanyaan yang anda ingin jawab dengan cara yang khusus untuk distribusi dari masalah kesehatan  dan atau masalah penyakit dalam kelompok masyarakat.

KEDUA : Kumpulkan data, dari jenis dan dengan cara, yang bersangkut-paut dengan tujuan-tujuan yang ingin diketahui dalam suatu pelaksanaan program, study atau penelitian.

KETIGA : Susun  data menurut cara yang akan membantu menunjukkan pola-pola yang tersurat atau tersirat dalam hipotesis-hipotesis yang berkaitan dengan tujuan-tujuan (Ingat! Pola-Pola terjadinya suatu Kasus)

KEEMPAT : Buat prediksi-prediksi (dari sampel data ) tentang penyebaran-penyebaran gabungan kesehatan, penyakit dan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi mereka dalam populasi darimana data diambil.

KELIMA  : Periksa dengan teliti reliabilitas (pengukuran kembali) prediksi-prediksi tersebut.

5 Aturan Epidemiologi dalam Manajemen Data Kesehatan

Hasilnya adalah Intervensi Kebijakan

Hasilnya seperti disajikan pada gambar diatas adalah bentuk intervensi (kegiatan kesehatan) yang dihasilkan, karena epidemiologi kesehatan adalah ilmu yang mempelajari tentang masalah kesehatan dan atau masalah penyakit  yang terjadi di masyarakat (Kesehatan Masyarakat bukan masalah induvidu). Maka hasil dari pengambilan kesimpulan (keputusan)  adalah membantu dalam pengambilan keputusan kebijakan kesehatan,

Manajemen Data Dalam Peraturan Epidemiologi Kesehatan akan semakin standar bila kemudian komponen system data (Sumber daya, Indikator, Sumber data,  Manajemen Data, Produk Informasi dan Pemanfaatan data), merupakan komponen  system informasi Kesehatan (SIK) yang sementara di kerjakan oleh Kementerian Kesehatan dan  pemerintah daerah dalam ini Dinas Kesehatan Kabupaten dan Propinsi.

Semoga bermanfaat…

Baca Tulisan terkait :

  1. Inferensi Epidemiologi Kesehatan
  2. Faktor Resiko dan Epidemiologi Penyakit Tidak Menular
  3. Tugas dan Fungsi Pejabat Fungsional Epidemiologi Kesehatan Ahli
  4. Pengetahuan dan Skill Epidemiolog (Seorang Epidemiologi)

—————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

About these ads

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

2 Responses to Manajemen Data Dalam Peraturan Epidemiologi Kesehatan

  1. Arsad Rahim Ali mengatakan:

    Trims bapak mahirun.. atas dukungnya

  2. mahirun-lombok tengah NTB mengatakan:

    sy ucapkan selamat dan sukses kepada bang Ali ,maju terus dengan tulisan-tulisan yang terbaru.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.389 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: