Tata Cara dan Syarat Pengajuan Dana BOK tahun 2011

Untuk Download Juknis BOK tahun 2011 Silakan Tekan GAMBAR

@arali2008. Polewali Mandar Sulawesi Barat.—Pada tahun 2011 ini hampir seluruh Puskesmas di Indonesia Mendapat Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari Kementerian Kesehatan  rata-rata Rp. 100.000.000.- (Baca : Seratus Juta Rupiah). Tak terkecuali Kabupaten Polewali Mandar yang terdiri dari 20 Puskesmas  mendapat dana Bantuan Operasional Kesehatan sebanyak 2 Milyar Rupiah.

Dana BOK ini sesuai dengan Petunjuk Tehnis Bantuan Operasional Kesehatan yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dapat diklaim Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotanya masing-masing, untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bersifat promotif dan preventif, ——- bukan kegiatan kuratif dan rehabilitatif———— dan diarahkan untuk pencapaian standar pelayanan minimal (SPM) kesehatan dasar, promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat, Penyelidikan epidemiologi dan penanggulangan KLB serta pelayanan kesehatan rujukan.

Pada Buku Petunjuk Tehnis Bantuan Operasional Kesehatan tahun 2011, salah satu hal yang cukup sulit untuk dijabarkan oleh Puskesmas dalam penyelenggaran  kegiatan Operasional Kesehatannya adalah Pengajuan dana untuk pelaksanan kegiatan Puskesmas. Walaupun sudah cukup jelas dalam Pedoman Tehnis Bantuan Operasional Kesehatan telah dicantunkan tata cara dan syarat pengajuan dana BOK, masih saja Puskesmas mengalami  kesulitan dalam menjabarkannya.

Dalam Buku Pedoman disebut Tata cara dan syarat pengajuan dana BOK  telah disebutkan bahwa :

  1. Menyampaikan rencana kegiatan sesuai POA hasil Lokakarya Mini.
  2. Dalam pengajuan dana, atasan langsung pengelola dana BOK dalam hal ini kepala Puskesmas mengajukan surat permohonan dana kepada Kuasa Pengguna Anggaran/Pejabat Pembuat Komitmen dengan melampirkan Kerangka Acuan Kerja atau Term of Reference (TOR).
  3. Dana diberikan kepada pengelola dana paling cepat 2 (dua) hari sebelum kegiatan dimulai.

Kesulitan dari Puskesmas dapat penulis jabarkan sebagai berikut

  1. Lokakarya Mini Puskesmas, ternyata minilokarya Puskesmas yang dilaksanakan selama ini tidak berakhir dengan Penyusunan POA. Minilokarya  yang dilaksanakan tiap bulan hanya menjelaskan cakupan-cakupan kegiatan pokok puskesmas dan penjelasan masalah-masalah yang ditemukan, penjelasan pemecahan masalah dalam bentuk POA masih tidak dilakukan, sehingga ketika Pedoman Tehnis Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) mengharuskan menyusun  POA, Puskesmas mengalami kesulitan dalam menjabarkannya.
  2. Surat Permohonan dengan lampiran Kerangka Acuan Kerja. Hal ini juga sangat sulit dilakukan Puskesmas adalah Pembuatan Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau dalam bahasa Inggrisnya Term of Reference (TOR). Dalam acara sosialisasi Dana BOK ada sedikit kesalafahaman antara Pejabat Pembuat Komitmen dengan peserta puskesmas. Mencoba untuk meniadakan kerangka acuan Kerja dalam pengajuan dana BOK dengan alasan sudah banyak buku-buku petunjuk pelaksanaan kegiatan kesehatan yang dapat dijadikan pedoman pelaksanaan kegiatan di Puskesmas. Namun karena pedoman BOK dari Kementerian Kesehatan, tetap mengharuskan adanya KAK atau TOR, sehingga Puskesmas mau-tidak mau harus tetap membuat KAK dalam pencairan dan BOK di Dinas Kesehatan  Kabupaten

POA dan KAK

POA dalam pengertian POA Puskesmas adalah kumpulan dari beberapa kegiatan yang sudah jelas tujuan, sasaran dan target yang ingin capai, penggunaan biaya, waktu pelaksana kegiatan dan petugas yang melaksanakan kegiatannya, dapat disusun pertahun, perenam bulan, per tigabulanan ataupun perbulannya.  POA yang baik terlihat dari tujuan, sasaran dan target yang dibuat. Harus jelas, terukur dan spesifik Misalnya, kegiatan : Pengadaan biaya transportasi untuk staff puskesmas untuk kunjungan posyandu di daerah terpencil dan kunjungan rumah bagi anak yang belum diimunisasi. Tujuan, sasaran dan targetnya adalah mendapatkan 20 bayi dan 5 ibu hamil dari 50  bayi dan 10 ibu hamil untuk diimunisasi di  Desa A dan Desa B bulan April 2011.

Sedangkan KAK dalam pengertian KAK Kegiatan Puskesmas adalah Kerangka Acuan Kerja Kegiatan-Kegiatan yang terdapat dalam POA yang telah disusun oleh Puskesmas, secara sederhana terdiri dari :

  1. Nama Kegiatan.
  2. Input Kegiatan
  3. Proses Kegiatan
  4. Output Kegiatan
  5. Penanggung Jawab Kegiatan
  6. Pelaksana Kegiatan
  7. Lokasi Kegiatan
  8. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan
  9. Uraian penggunaan dana kegiatannya
  10. Dan Rencana Tindak lanjut dari kegiatan yang akan dilaksanakan.
  11. SPJ (Surat-Surat Pertanggung Jawab) Kegiatan yang akan dilaksanakan

Dalam proses Pembuatan Kerangka Acuan Kerja ini, dapat dibuat sesederhanakan mungkin, namun tidak menghilangkan subtansi dari Kerangka Acuan Kerja suatu kegiatan yang akan dilaksanakan dan dipertanggungjawabkan. Sebagai contoh :

Kerangka Acuan Kerja

Nomor : ………………….
(sesuai dengan nomor urut kegiatan yang ada pada POA) 

Kegiatan :

Pengadaan biaya transportasi untuk staff puskesmas untuk kunjungan posyandu di daerah terpencil dan kunjungan rumah bagi anak yang belum diimunisasi.

Input :

2 orang petugas jurim dan 4 bidan desa ditambah dengan bebarapa peralatan dan vaksin imunisasi.

Proses :

  1. Kunjungan keposyandu dan kunjungan rumah pada daerah terpencil (sulit dijangkau) untuk menjangkau bayi-bayi  dan ibu hamil yang belum diimunisasi
  2. Pelayanan imunisasi bagi bayi dan  ibu hamil
  3. Pencatatan pada buku register imunisasi

Outputnya :

25 bayi dan 5 ibu hamil dapat diimunisasi.

Penanggung jawab : Kepala Puskesmas

Pelaksana : Juru Imunisasi

Lokasi  Kegiatan : Desa A dan Desa B

Jadwal Pelaksanaan : Minggu ketiga Mei 2011

Anggaran :

-          Transport petugas :   2 orang x 12 hari x Rp. 25.000.- = Rp.600.000.-

Rencana Tindak Lanjut :

- Pembuatan Laporan PWS Imunisasi.

SPJ (Surat-Surat Pertanggung Jawaban) :

  • Kwitansi dengan lampiran daftar tanda terima Uang
  • Surat Tugas
  • Laporan Kegiatan

Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang sudah disederhanakan ini dibuat oleh masing-masing pelaksanan kegiatan —ditandatangi oleh petugas yang akan melaksanakan kegiatan——– KAK harus dibuat sebanyak kegiatan yang terdapat dalam POA, maksudnya bila di dalam POA  Bulanan Puskesmas ada 5 Kegiatan maka ke 5 kegiatan ini harus mempunyai 5 Kerangka Acuan Kerjanya.

Intinya Puskesmas dalam pengajuan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotanya  terdiri dari :

  1. Surat Permohonan Dana —–sebanyak jumlah total dana pada Anggaran yang tertuang di Lembar Kerangka Acuan Kerja (KAK)———ditandatangi  kepala Puskesmas yang ditujukan ke Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kotanya melalui Pejabat Pembuat Komitmennya (PPK) dengan lampiran :
  2. POA Bulanan yang merupakan penjabaran dari POA Tahunan
  3. Kerangka Acuan Kerja (KAK/TOR) Kegiatan-kegiatan yang terdapat dalam POA Bulanan.
  4. Berita acara minilokakarya Puskesmas yang berisi penjelasan POA bulanan dan terlampir daftar hadir peserta minilokarya Puskesmas

Pada pengajuan dana bulan berikutnya Disamping point-point 1 sampai dengan 4 pengajuan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) diatas, juga  pertanggung jawaban kegiatan dan keuangan  yang telah dilaksanakan bulan sebelumnya. Demikian seterusnya sampai berakhir tahun anggaran.

Catatan : Penulis dalam hal Penggunaan Dana BOK pada Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat menjabat sebagai Koordinator Verifikasi dan Klaim Dana BOK, Jamkesmas dan Jampersal (Jaminan Persalinan).

Jika Anda kesulitan POA dan KAK  dan bentuk-bentuk SPJ BOK tahun 2011. anda bisa mengajukan komentar yang telah disediakan.., terima kasih

Baca juga tulisan terkait :

  1. Anggaran Operasional Kesehatan di Puskesmas dan Jaringannya
  2. Capaian SPM Bidang Kesehatan Polewali Mandar Tahun 2010
  3. Pentingnya Logical framework –Kerangka Kerja Logis – Dalam Penyelenggaraan Program
  4. Musrembang Polewali Mandar : Mencoba Berintegrasi dengan PNPM
  5. Keterampilan Fasilitasi Bagi Kader Kesehatan Masyarakat
  6. Pelatihan dan Pertemuan Yang Baik dan Benar

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

About these ads

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

16 Responses to Tata Cara dan Syarat Pengajuan Dana BOK tahun 2011

  1. Ummayal Amni mengatakan:

    pak Arali,..dalam waktu dekat ini, puskesmas kami ( puskesmas pulo aceh ) akan dilakukan pemeriksaan oleh BPKP,sementara pada saat ini saya sangat kebingungan,karena tim verivikasi blm mengembalikan semua spj yang harus mereka tanda tangani,dengan alasan belum selesai di verivikasi scr keseluruhan,dan mereka bermaksud meyimpan semua dokumen spj asli,sementara kami sbg pengelola keuangan di tiap puskesmas harus menggandakan sendiri semua dokumen spj yang berbundel-bundel itu sebagai arsip di puskesmas,sedangkan dana untuk ATK dan penggandaan saja tidak diperbolehkan pada juknis BOK (2011) selain untuk ATK pada mini lokakarya.
    pak Arali,…apakah memang tim verivikasi harus meyimpan dokumen spj yang asli sebagai pertinggal untuk mereka ?..terimakasih atas jawabannya,…

    arali2008 menjawab
    SPJ kegiatan dibuat rangkap tiga : satu untuk puskesmas, satu untuk verifikasi dan satu untuk bagian keuangan… tapi ada yang juga dua saja yaitu satu puskesmas dan satu bagian verifikasi/keuangan. Untuk pemeriksaan BPKP yang telah dilakukan di Kabupaten saya (Polewali Mandar, mereka (BPKP) langsung memeriksa spj yang ada di masing-masing bendahara Puskesmas yang tentunya telah diverifikasi oleh bagian verifikasi dan kemudian mereka mengklarifikasi ke bagian verifikasi. pada bagian keuangan hanya diperiksa keluar masuknya uang harus cocok dengan keluar masuknya uang pada pembukuan puskesmas… terima kasih semoga bisa membantu..

  2. nunik widiastuti mengatakan:

    apa saja kegiatan2 dari dana peruntukan b o k untuk prog. gizi????mohon bantuannya pa

    arali2008 menjawab
    di buku petunjuk BOK tahun 2012 sudah sangat jelas tidak di jabrakan dalam bentuk RUK ke ROK…

  3. aji mengatakan:

    Pak arali..sy pengelola baru BOK 2012 jd mohon petunjuknya untuk pelaksnaan BOK di kabupaten kami dpat berjalan dgn lancar dan sukses.pak arali..sy br aja terima DIPS BOK 2012 kira2 apa selanjutnya yang harus sy lakukan…o..iya pak mohon informasinya tentang pembuatan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) kabupaten ..sy blum paham cr membuatnya…jg mohon bimbingannya…terima…ksh…

    arali2008 menjawab
    Yach..!? baru sekarang saya baru membalasnya.. karena kesibukan. saya sudah membaca pentunjuk BOK tahun 2012…. di petunjuk BOK tahun 2012 sudah sangat jelas urutan-urutan pelaksanannya…
    Yang pertama-tama dibuat adalah SK Pengelola BOK Dinkes sebagai payung hukum untuk mulai bekerja. dan kemudian cobalah rapat bersama tim guna membahas Buku Pedoman, biasanya kalau proses rapatnya bagus kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan oleh tim akan jalan.

    untuk pembuatan petunjuk operasional kegiatan (POK) biasanya berisi
    1. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Puskesmas termasuk bentuk-bentuk laporannya
    2. Besarnya dana tiap puskesmas termasuk pengelola di Dinkesnya
    3. Bentuk-bentuk Pertanggung jawaban Keuangan mulai dari model Kwitansi, bersama bentukbentuk lampiran SPJnya

    di sini agak terlambat pembentuk Timnya dan kegiatan awal lainnya kemungkinan tim tahun 2011 tidak dipakai lagi karena beberapa kepentingan yang bermain di dalamnya…..demikain beberapa sharing semoga bermanfaat…

  4. agus mengatakan:

    TERIMA KASIH RESPONNYA, BLOG INI SANGAT BERMANFAAT BAGI PARA PENGELOLA BOK. SEMOGA LEBIH BANYAK LAGI INFO PENTING GUNA MENGHILANGKAN KERAGU-RAGUAN PARA PENGELOLA BOK.
    SALAM

  5. puskesmaskintamanisatu mengatakan:

    Setelah mendapatkan pemeriksaan dari BPKP, kami harus mengulang beberapa kali untuk membuat SPJ nya, apakah di setiap daerah memang berbeda-beda atau bagaimana?? sampai saat ini realisasi dari penggunaan BOK belum bisa kita manfaatkan. Apakah sosialisasi mengenai BOK sudah bagus?? kenapa selalu saja ada masalah? padahal kita sudah bekerja sesuai juknis BOK yang berlaku serta mengikuti arahan PPK tapi tetap saja bermasalah. Di Puskesmas anda pakai sistem apa?? UP/LS?? thanks

    arali2008 menjawab
    Apakah di setiap daerah memang berbeda-beda atau bagaimana?? berbeda dalam menginplementasikan POA dan TOR/KAK untuk polewali mandar pelaksanaannya seperti yang saya jelaskan diatas. Realisasi di Polewali Mandar sudah mencapai 8o an persen

    apakah di setiap daerah memang berbeda-beda atau bagaimana?? Sosialisasi sudah bagus hanya saja perlu di jabarkan kembali oleh petugas kabupatennya agar mudah dilaksanakan di tingkat Puskesmas.

    Kanapa selalu saja ada masalah ? di Polewali mandar tidak ditemukan masalah yang berarti… masalah hanya diditemukan pada ego induvidu pengelola tingkat kabupaten tetapi dengan sistem dan prosedur yang dibuat membuat setiap pengelola akan ketahuan dalam pekerja di luar sistem dan prosedur.

    Di Puskesmas anda pakai sistem apa?? UP/LS?? dipakai gabungan keduanya…pertama kali menggunakan UP dan selanjutnya menggunakan LS…

  6. Mister mengatakan:

    Bok di mempawah kacau balau tak tentu rudu,macam anj…. Sifat para pengelola bok

  7. maya mengatakan:

    pak arali,..apakah dibolehkan untuk pengisian lembaran lpd,sppd,dan surat pengeluaran riil dengan menggunakan tulisan tangan ?,mengingat puskesmas kami msh sangat terpencil dan fasilitas komputer hanya 1, sementara untuk yang lainnya seperti POA dan lainnya saya menggunakan komputer.trm ksh..( puskesmas pulo aceh, Aceh Besar)

    arali2008 menjawab
    Tidak ada masalah……Di Kabupaten saya LPD, SPD dan Surat Pengeluaran riil, formatnya menggunakan ketikan komputer, diperbanyak (digandakan)….. pengisiannya bisa saja menggunakan tulisan tangan, karena pada prinsip tidak ada beda dengan tulisan komputer.

  8. maya mengatakan:

    mohon bantuannya,..bagaimana contoh untuk pengisian sppd dan lembar perjalanan dinas …format yang sudah ada masih membingungkan buat saya.terima kasih..

    arali2008 menjawab
    SPPD menggunakan format yang sudah baku, untuk penghematan kertas bisa sedikit dimodifikasi misalnya
    dengan mengunakan kertas folio dalam satu halaman di bagi dalam dua bagian, bagian atasnya dalam bentuk surat tugas dan bagian bawahnya dalam bentuk SPPDnya
    contoh
    Surat Tugas
    No.

    Dengan ini menugaskan :
    1.
    2.
    untuk melaksanakan kegiatan :…………

    ———————pada bagian bawahnya berisi
    Berangkat dari : Puskesmas Aceh
    (Tempat kedudukan)
    Pada tanggal :
    Ke : Desa Ace dalam
    Kepala Puskesmas

    Abdulah
    NIP
    ————————————————————–
    tiba di : ……………………………..berangkat dari :…………….
    Pada tanggal……………………………Ke :…………….
    ………………………………………Pada tangal :…………….

    Kepala Desa…………………………………………Kepala Desa……

    ………………………………………………………………….

    —————————————————————–
    Tiba kembali di : Puskesmas Aceh
    pada tanggal :
    Kepala Puskesmas

    Abdulah
    NIP
    ——————————-

    Demikian Juga untuk laporan perjalann Dinas sebenarnya sudah ada format baku perjalanan dinas, namun berdasarkan pengamatan kami perjalanan dinas oleh puskesmas seluruh adalah dalam bentuk perjalanan untuk melaksanakan kegiatan, jadi LPD kami sesuaikan dalam bentuk laporan kegiatan agar sesuai dengan TOR/KAK yang dibuat (lihat contoh jawaban komentar lain dibawah)

  9. husni mengatakan:

    Pak arali
    Saya baru ini pengalaman menjadi kapus,saya minta bimbinganny,saya mohon bantuannya bagaimana cara membuat POA dan KAK untuk pencairan dana BOK dari dinkes saya,dan saya mohon untuk melampirkan contohnya secara lengkap,mohon infonya secepatnyaterimakasih atas bantuannya

    arali2008 menjawab
    Karena dilaptop saya tidak punya POA dan KAK puskesmas yang lengkap..Pa’ Husni jangan terlalu khwatir. tulisan saya tentang POA dan KAK di cukup jelas tinggal dijabarkan saja misalnya sistimatika POA diatas bisa dibuat dalam bentuk Tabel kemudian tulislah kegiatan yang penting dilaksanakan di puskesmasnya dan kemudian lanjutkan dengan KAKnya secara singkat-singkat saja tetapi jelas seperti contoh diatas. Pengalaman di Polewali Mandar hanya pada mulainya menulis, puskesmas punya kemampuan untuk itu. Setelah jadi POA dan KAK lalu buat surat permohonan (surat permohonan biasa saja) yang isinya berisi kegiatan-kegiatan yang akan dimintakan dananya terlampir POA bulan dan KAKnya.

  10. rara mengatakan:

    Mohon penjelasan untuk pembuatan SPJ perjalanan dinas lainnya diperlukan SPPD dan daftar pengeluaran riil dan surat tugas, untuk pengeluaran riil di buat perorang sedangkan untuk SPPD jika ada pengikut apakah sama dibuat perorang atau boleh dijadikan satu seperti halnya pada surat tugas? Terimakasih jawabannya.

    arali2008 menjawab
    SPJ untuk kegiatan perjalanan Dinas yaitu Surat Tugas dan SPPD serta Laporan perjalanan Dinas (bila diperlukan) sebenarnya dipergunakan untuk perjalanan dinas luar daerah atau luar wilayah kerja misalnya dari Kabupaten ke Propinsi atau dari satu kabupaten ke kabupaten lainnya atau juga dari Kabupaten ke Kecamatan/puskesmas. Yang mana Surat Tugasnya bisa kolektif dan SPPD masing-masing petugas dan pengeluaran riilnya tentunya masing-masing…..penekannya pada perjalanan dinasnya.

    Untuk Petugas puskesmas yang berkunjung ke desa yang notabenenya masih wilayah kerjanya —–penekannya lebih pada tanggung jawab kegiatannya daripada perjalanannya artinya : Surat Tugas dan SPPDnya bisa Kolektif (begitu yang diperlakukan di lingkup Dinkes Polewali Mandar) tetapi laporan mutlak harus ada pada masing-masing petugas karena mereka bekerja sesuai dengan tanggung jawab kegiatan programnya (KIA, GIZI, Imunisasi dll), Surat Pernyataan pengeluaran riilnya bisa dibuat satu dengan lampiran daftar penerimaan masing-masing petugas.

  11. yoyo hasto mengatakan:

    pak arali, gimana ya caranya bisa dapat contoh KAK pengajuan dana BOK buat di share bagi teman2 di Puskesmas di daerah saya, tq.

    @arali2008 menjawab
    kalau contoh salah satu pada tulisan saya diatas (kegiatan dimunisasi diatas) juga melalui komentar dibawah ( tentang minilokakarya), kalau contoh-contoh yang lainnya, kalau ada waktuku ——tidak janji—-saya akan copykan salah satu puskesmas di Polewali Mandar dan akan saya di upload di tulisan ini untuk di download

  12. hennyli mengatakan:

    Bagaimana format pelaporan hasil kegiatannya? Trims

    arali2008 menjawab
    Laporan kegiatan dibuat dengan menjawab 5 pertanyaan yaitu
    1. Apa nama kegiatannya (PROGRAM DAN KEGIATAN)
    2. Berapa dana yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan tersebut (point 1) (JUMLAH DANA)
    3. Bagaimana dengan dana itu (point 2) kegiatan (point 1) dilaksanakan (PROSES)
    4. Apa hasilnya (KELUARANNYA/OUTPUT)
    5. Dan Apa yang harus ditandak lanjuti (RENCANA TINDAK LANJUT)

    Maka format yang digunakan adalah
    LAPORAN KEGIATAN
    – Program :………………..
    – Kegiatan :…………………..
    – Jumlah Dana :……………….
    – Lokasi :……………………
    – Proses :
    …………………
    ………………..
    ……………….
    Keluaran :
    …………………………….
    ……………………………
    Rencana Tindak Lanjut
    ……………………………
    ……………………………

    dibawahnya ditanda tangani oleh :pelaksana dan diketahui oleh kepala Puskesmas.

  13. Arsad Rahim Ali mengatakan:

    Seperti yang saya sebutkan pada pada contioh Kerangka Acuan Kerja diatas ringkas tetapi padat tidak menghilangkan subtansi dari kegiatan
    mungkin supaya jelas saya akan memberikan contoh

    Nama Kegiatan : Pertemuan Mini Lokakarya Puskesmas
    Input :
    – Peserta : 15 orang petugas puskesmas
    15 orang bidan desa
    5 undangan lainnya

    Proses
    – Persiapan administrasi dan undangan
    – pelaksanaan sesuai dengan agenda terlampir
    – kegiatan akan membahas cakupan program yang tercapai dan yang belum tercapai
    – di akhir kegiatan akan dibuat kesepakatan tentang beberapa kegiatan yang akan dibiayai oleh BOK

    Output
    – 35 peserta terlibat dalam minilokarya puskesmas dengan kesepakatan adanya kegiatan-kegiatan yang dibiayai oleh BOK bulan berikutnya

    Penanggung Jawab : Kepala Puskesmas
    Pelaksana : Bagian Tata Usaha Puskesmas
    LOkasi : Ruang Pertemuan Puskesmas
    Jadwal : Tanggal ….. Bulan … tahun 2011

    dan seterusnya untuk rincian anggarannya dan apa yang harus ditindak lanjuti
    serta SPJ yang akan dipersiapkan dan dipergunakan —-seperti contoh pada tulisan artikel diatas.—-jangan lupa dibagian bawah di tanda tangani oleh pelaksana dan diketahui oleh kepala puskesmas.

    terima kasih

  14. Mutia mengatakan:

    gmn caranya membuat kerangka acun kerja/TOR untuk kegiatan lokakarya mini dlm BOK…

  15. azhar mengatakan:

    apakah sistem pencairan dana BOK yang melibatkan Pihak ketiga (toko) harus dengan cara belanja langsung (LS)? kalau memang demikian apa persyaratan belanja langsung (LS) yang harus dipenuhi

    arali2008 menjawab
    Dana BOK yang telah dicairkan puskesmas dan ada dan sebagian untuk belanja, kalau kisarannya hanya ratus ribu ( —–bahkan sampai dengan 5 juta sesuai aturan pengadaan barang jasa 54 tahun 2010—-) hanya memakai Nota Asli Pembelian Misalnya pembelian ATK untuk pelaksanaan program BOK Puskesmas X Rp. 500.000.-… Petugas puskesmas langsung beli di toko dan minta NOTA PEMBELIANNYA…

  16. Manzo mengatakan:

    Keg. program promkes & surveilans apa sj yg bisa di masukan dlm dana BOK..?

    arali2008 menjawab
    Karena kegiatan BOK diarakan untuk pencapaian SPM (standar`Pelayanan minimal) kesehatan maka untuk promosi kesehatan kegiatan dapat diarakan untuk mengaktifkan desa siaga misalnya PHBS dengan kegiatan stranspor petugas untuk sikat gigi massal anak SD, transpor petugas untuk dalam menghadiri kumpul-kumpul dasawisma untuk penyuluhan kesehatan, transpor petugas untuk diskusi dengan aparat desa untuk kepengurusan Poskesdes dan beberapa kegiatan pemberdayaan masyarakat lainnya.

    untuk kegiatan survailans dapat digunakan untuk penggunaan tehnologi sederhana survailans (misalnya PWS) di tingkat desa dana bisa dipakai untuk transpor petugas dan pembelian bahan-bahan yang diperlukan untuk PWS ditingkat Desa. Kegiatan-kegiatan lainnya dapat berupa untuk kegiatan penyelidikan epidemiologi sederhana beberapa kasus di tingkat desa. Dan masih banyak lagi kegiatan yang bisa dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.382 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: