Dari Drama HKN’46; Keadaan Sosial Budaya Kesehatan Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat.– Ditulis dari hasil review penilaian drama yang disajikan unit-unit pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Polewali Mandar. Disajikan dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 46 tahun 2010. Memberikan gambaran pelayanan kesehatan pada unit kesehatan dan masyarakat di wilayah kerjanya.  Dinilai dengan kategori peran kenyataan dan harapan kesehatan, dialognya, penjiwaan dan alur cerita kenyataan dan harapan yang terjadi selama penyajian drama.

Hasilnya ada 6 (enam) yang dapat menunjukkan keadaan social budaya masyarakat Polewali Mandar yang berhubungan dengan peran kesehatan atau pelayanan kesehatan di unit kesehatan atau pada masyarakat diwlayah kerjanya. Yaitu keadaan social budaya kesehatan : (1) wilayah pengunungan, (2) wilayah Binuang dan sekitarnya, (3) wilayah  perkotaan Polewali. (4) Wilayah Wonomulyo dan sekitarnya, (5) Wilayah Tinambung dan sekitarnya. Dan terakhir (6) wilayah pertengahan  yang menunjukkan perilaku social budaya sebagai interaksi dari wilayah pegunungan dan pantai.

Sangat penting diketahui keadaan social budaya kesehatan terkini Polewali Mandar bukan saja bagi penulis tetapi juga bagi yang ingin mengetahui secara keseluruhan keadaan social  budaya masyarakat Polewali Mandar yang berhubungan dengan keadaan kesehatan modern maupun keadaan kesehatan primordial.

Dari Drama HKN Polewali Mandar

Pada peringkatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) yang ke 46 tahun 2010 di Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali  Mandar, salah satu  acara peringatan yang cukup menarik diperhatikan adalah Perlombaan Drama  antara Unit Pelaksana Tehnis Kesehatan. Cukup menarik di perhatikan karena drama yang disajikan dapat memberikan gambaran  keadaan sosial budaya pelayanan kesehatan yang ada di masing-masing Unit Pelayanan Kesehatan.

Perlombaan drama ini diikuti oleh 20  unit-unit pelayanan kesehatan di Polewali Mandar termasuk Klinik Bayangkara dan RSUD Polewali. Beberapa unit pelayanan kesehatan tersebut diantaranya adalah.

  1. Puskesmas Binuang yang menyajikan drama dengan dengan judul  “kasus DBD (Demam Bedarah Dengue)”
  2. Puskesmas Polewali, menyajikan drama judul “peran dukun dan bidan dalam persalinan”
  3. Puskesmas Massenga, menyajikan dramanya dengan judul  “pelayanan kesehatan yang baik dan benar”, merupakan kisah nyata yang terjadi pada puskemsas Massenga
  4. Puskesmas Pekkabata, menyajikan drama  dengan tema  kehidupan kehamilan yang dilihat dari sudut peran dukun dan tenaga kesehatan
  5. Puskesmas Anreapi menyajikan drama dengan judul “kemitraan bidan dan dukun”
  6. Puskesmas Matakali menyajikan cerita dengan  “kisah peran dokter dalam kehidupan masyarakat” atau tepatnya drama yang disajikan dengan tema Kegagalan Dukun.
  7. Puskesmas wonomulyo, menyajikan drama dengan judul  “ketangkap basa penduduk desa yang buang hajat sembarang tempat.”
  8. Puskesmas Campalagian, mencoba menyajikan drama dengan tema “Persalinan Gratis”
  9. Puskesmas Batupanga, menyajikan  drama dengan tema “Pemicuan BAB (Buang Air Besar ) Sembarangan”
  10. Puskesmas Tubbi Taramanu mencoba menyajikan drama dengan tema Ibu balita (bawah lima tahun) yang datang di Posyandu dan yang tidak datang di Posyandu.
  11. Puskesmas Mapilli menyajikan drama dengan judul “ASI Eksklusif” dan diakhir dengan nyayian “ASI DIDADAKU’  ASI DI DADAMU, KUYAKIN HANYA ASI  YANG TERBAIK”
  12. Klinik Kesehatan Bayangkara Polewali, mencoba menyajikan drama dengan tema “penggunaan narkoba”
  13. Rumah Sakit Umum Polewali menyajikan pelayanan pasien di salah unit pelayanan kesehatannya.

Ada 4 kategori dalam menilai drama  ini yaitu ;  nilai skor berdasarkan nilai sempurna (90-100), baik (80-90), kurang (dibawah 80). Ke 4  kategori dalam penilaian drama tersebut adalah

  1. Kategori  Masalah. Dalam drama ini yang dilihat adalah penyajian kenyataan  dan harapan, peserta drama diharapan dapat menyajikan adegan-adegan  persoalan kesehatan yang ada pada unit pelayanan kesehatan  dan atau masyarakat di wilayah kerjanya. Dan kemudian dapat menunjukkan pula adegan-adegan harapan  atau pelayanan kesehatan yang baik dan benar.
  2. Kategori  isi. Dalam hal ini “isi” lebih ditekankan pada dialog. Disini para pemeran dapat menunjukkan dialognya sebagaimana yang terjadi pada induvidu  atau masyarakat yang mereka layani di Unit Pelayanan Kesehatan.
  3. Kategori penjiwaan. Yaitu penjiwaan pada dialog-dialog  yang terjadi selama drama berlangsung termasuk adanya konflik yang terjadi.
  4. Kategori kekompakan yaitu penilaian yang dilihat dari alur cerita  dari awal drama dimulai sampai dengan akhir drama termasuk juga didalamnya prolog (pengantar cerita) yang dilakukan.

Yang menarik dalam drama ini—- sebagaimana yang saya sebutkan diatas —–adalah penyajian drama dapat menunjukkan keadaan social budaya masyarakat Polewali Mandar yang berhubungan dengan peran kesehatan atau pelayanan kesehatan di unit kesehatan atau pada masyarakat diiwilayah kerjanya. Keadaan social budaya dalam pelayanan kesehatan ini  secara keseluruhan di bagi dalam 6 (Enam)  keadaan adalah

PERTAMA : Keadaan social budaya yang berhubungan dengan kesehatan di wilayah pegunungan. Sebagaimana contoh drama yang disajikan Puskesmas Matanga dengan tema pemberian imunisasi. Terlihat dengan jelas bahwa masyarakat di wilayah pegunungan belum mengerti secara benar tentang pemberian imunisasi, sehingga dalam pemberian imunisasi  harus selalu didahului dengan proses pencerahan melalui penyuluhan ataupun kunjungan rumah, melibatkan tokoh agama, tokoh masyarakat dan tentunya kepala desa. Contoh lainnya seperti drama yang disajikan  oleh Puskesmas Tubbi Taramanu —— masih dalam wilayah pegunungan—– Disini sangat jelas juga terlihat perbedaan keluarga balita  yang selalu berkunjung ke Posyandu,  lebih sehat atau faham akan kesehatan dan masa depannya dibanding dengan Keluarga balita yang tidak berkunjung di Posyandu. Pada drama ini juga terlihat bagaimana perilaku masyarakat  dan petugas kesehatan di pegunungan yang saling berinteraksi dalam pelayanan kesehatan. Dimana peran induvidu sangat menonjol sebagai panutan di tengah-tengah masyarakat wilayah pegunungan di Polewali Mandar

Drama HKN Ke 46 Keadaan Sosial Budaya Kesehatan dari Puskesmas Binuang Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar dengan judul "Penanganan Demam Berdarah Dengue", Kehidupan MasyarakaT PataE sangat jelas terlihat pada drama ini

KEDUA : Keadaan social budaya yang berhubungan dengan kesehatan di wilayah Kecamatan Binuang dan sekitarnya. Diwilayah ini masyarakatnya lebih dikenal atau lebih terlihat  sebagai salah satu suku diwilayah Polewali Mandar yang masih memegang adat-istiadatnya dalam kehidupan sehari-hari yaitu  adat PataE (suku PataE). Pada drama yang disajikan Puskesmas Binuang  dengan tema penanganan DBD (Demam Berdarah Dengue), terlihat jelas dialog dengan logat dan perilaku masyarakat pataE dan sangat familier dalam menangani permasalahan— semisal permasalahan DBD— yang terjadi pada lingkungan masyarakatnya. Sangat Familier  yang dimaksud disini masyarakat dalam wilayah Binuang dan sekitarnya terutama di desa Batetanga dan desa pecahannya masih merupakan keluarga besar dan walaupun  ada orang-orang dari luar daerah   yang masuk, cenderung dianggap sebagai keluarga juga, jadi sini terlihat sifat familer sangat kental ditemukan dalam kehidupan  social budayanya.

KETIGA : Keadaan social budaya yang berhubungan dengan kesehatan di wilayah sekitar perkotaan Polewali sebagaimana drama yang disajikan oleh Puskesmas Massenga dan Puskesmas Pekkabata, klinik Kesehatan Bayangkara dan Rumah Sakit Umum Polewali. Pada wilayah ini masalah Pelayanan Kesehatan yang lebih menekankan pada kenyaman dalam mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi masih merupakan masalah yang paling mendasar untuk mewujudkannya. Misalnya, drama yang disajikan oleh RSUD Polewali  terlihat keramahan petugas kesehatan masih sangat sulit untuk di wujudkan di RSUD Polewali karena berbagai permasalahan  pasien dan tentunya juga persoalan Manajemen Rumah sakit Sendiri. Contoh lainnya adalah masalah kehidupan  remaja di Polewali Mandar yang sangat rentang terhadap perilaku beresiko misalnya pergaulan bebas dan  narkotika, sebagaimana yang disajikan  atau ditunjukkan oleh Klinik Kesehatan dan kedokteran Bayangkara Polewali

Drama HKN Ke 46 Keadaan Sosial Budaya Kesehatan dari Puskesmas Matakali Kecamatan Matakali Kabupaten Polewali Mandar dengan judul "Kegagalam Mba Dukun"

KEEMPAT : Keadaan social budaya yang berhubungan dengan kesehatan di wilayah kecamatan Wonomulyo dan sekitarnya. Keadaan social budaya Jawa sangat kental pada drama yang di sajikan oleh Puskesmas Kebunsari. Hal penting yang terlihat juga di wilayah ini adalah bagaimana Wonomulyo yang dulunya adalah hanya sebuah kecamatan, melalui drama yang disajikan terlihat bahwa wilayah ini telah menjadi Pusat perkembangan Kota Kedua di Polewali Mandar setelah Kota Polewali, masalah buang air besar sembarang  tempat yang ketangkap basa saja  sudah merupakan masalah besar yang dapat merepotkan  satu desa.

KELIMA : Keadaan Sosial budaya yang berhubungan dengan kesehatan di wilayah pertengahan Polewali Mandar yaitu wilayah-wilayah sekitar Kecamatan Luyo (Puskesmas Batupanga), Kecamatan Allu (Puskesmas Tutallu). Pada drama yang disajikan terlihat bahwa pengaruh adanya perilaku social budaya  yang terbentuk sebagai hasil dari interaksinya masyarakat pegunungan dan masyarakat wilayah pantai, kemudian juga  peran dukun masih sangat menonjol dibanding dengan peran petugas kesehatan, dalam pengertian upaya-upaya kesehatan primordial masih lebih menonjol diwilayah ini.

KEENAM : Keadaan social budaya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan wilayah kecamatan Tinambung dan sekitarnya (Limboro dan Balanipa serta sebagian wilayah Campalagian). Disni keadaan dialog yang sangat lugas dan  tegas sebagaimana  yang diperlihatkan pada drama yang disajikan, Namun ketika bersentuhan dengan pemberi pelayanan kesehatan, ketegasan dan kelugasan berganti menjadi penghargaan dan penghormatan, ketika pemberi pelayanan kesehatan tersebut melakukannya dengan ketulusan dan keikhlasan. Sebaliknya  ketika pelayanan kesehatan yang diberikan tampa ketulusan dan keikhlasan maka ketegasan  dan kelugusan dapat menjadi konflik yang justu menguntungkan peran dukun yang masih cukup di percayai sebagai pelayanan kesehatan primordial.

Dari drama ini disamping 6 keadaan sosial budaya kesehatan yang terlihat, juga ada beberapa perilaku kesehatan yang dapat menjadi pembelajaran dalam pengembangan perilaku kesehatan di Polewali Mandar. Perilaku Kesehatan itu diantaranya :  Informasi dan persiapan pelayanan kesehatan ——terutama persalinan bagi ibu ——- selalu saja terlambat dilakukan sejak awal atau sejak masa kehamilan diketahui. Informasi dan persiapan pelayanan persalinan selalu saja dimulai dilakukan ketika masalah persalinan mulai terjadi. Tentunya ini adalah pembelajaran, drama ini sangat penting bagi petugas kesehatan yang baru terangkat, terutama yang akan ditempatkan di  di Puskesmas  atau di desa-desa wilayah Kabupaten Polewali Mandar. Baik juga untuk para petugas kesehatan yang bekerja di tingkat Kabupaten termasuk pejabat di Pemerintahan di Kabupaten Polewali Mandar.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada panitia lomba drama Unit-Unit Kesehatan yang ada di Polewali Mandar ini, yang menunjuk Penulis Sebagai Penilai dari tiga penilai yang ada. Karena dengan hasil review ini dapat menunjukkan  enam Keadaan social budaya yang berhubungan dengan pelayanan kesehatan, dapat terlihat secara menyeluruh. Hal ini sangat penting diketahui keadaan social budaya kesehatan terkini Polewali Mandar bukan saja bagi penulis tetapi juga bagi yang ingin mengetahui secara keseluruhan keadaan social  budaya masyarakat Polewali Mandar yang berhubungan dengan keadaan kesehatan modern maupun keadaan kesehatan primordial.

Akhir dari Drama Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 46 tahun 2010 yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Polewali Mandar ini berhasil dimenangkan oleh Puskesmas Massenga  sebagai Pemenang pertama  dengan topik drama : “Pelayanan Kesehatan yang baik dan benar”, merupakan topil kisah nyata pelayanan kesehatan yang terjadi di Puskesmas Massenga. Pemenang Kedua berhasil dimenangkan Puskesmas Anreapi dengan tema drama : “Kerja Sama Bidan dan Dukun“, ini juga merupakan kisah nyata yang terjadi, melibatkan dukun, Kepala Keluarga, bidan dalam kehidupan sehari-harinya. Dan Pemenang ketiga didapat oleh Puskesmas Pambusuang dengan judul drama “Kejadian penyakit TB-Paru pada Keluarga”.

Selamat Bagi Pemenang, sampai jumpa pada HKN 2011 tahun depan.

Baca juga Tulisan terkait

  1. Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia
  2. Pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni HKN ke 46 Polewali Mandar
  3. Profil Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar tahun 2009
  4. Sejarah Dinas Kesehatan Polewali Mandar
  5. Ayo Ke Polewali Mandar
  6. Bagian Pertama : Puskesmas dengan Wilayah Pantai di Polewali Mandar
  7. Bagian Kedua : Nama, Alamat dan wilayah kerja Puskesmas Se-Polewali Mandar
  8. HKN Ke 45 dan 50 TAHUN KABUPATEN POLEWALI MANDAR
  9. HKN-45: Ksatria Bakti Husada Arutala Bupati Polewali Mandar
  10. Tragedi Kemanusiaan Kambacong dan Efisiensi Pelayanan Kesehatan

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

About these ads

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

5 Responses to Dari Drama HKN’46; Keadaan Sosial Budaya Kesehatan Polewali Mandar

  1. ahmad mengatakan:

    acara yang menarik dan ulasan yang bagus.
    salam kenal..

    arali2008 said
    salam kembali. Terima Kasih

  2. Spa Warszawa mengatakan:

    it was very interesting to read. I want to quote your post in my blog. It can? And you have an account on Twitter?

  3. turcja last minute mengatakan:

    it was very interesting to read. I want to quote your post in my blog. It can? And you have an account on Twitter?

    arali2008 said
    my twiter is My Twitter

  4. Concert mengatakan:

    Just discovered this site through Google, what a pleasant surprise!

  5. here mengatakan:

    Hey how are you doing? I just wanted to stop by and say that it’s been a pleasure reading your blog. I have bookmarked your website so that I can come back & read more in the future as well. plz do keep up the quality writing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.383 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: