Analisis Rata-Rata Indeks Pembangunan Manusia Polewali Mandar

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.—Peningkatan Status Gizi dan kesehatan Ibu hamil adalah solusi  untuk menurunkan kematian bayi karena BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan kematian ibu karena pendarahan. Adalah  Strong Point   untuk meningkatkan Usia Harapan Hidup sejak Lahir.

Pendidikan Gratis 9 tahun plus 3 tahun beasiswa dan akses pendidikan tinggi yang mudah terjangkau adalah solusi peningkatan dimensi pengetahuan masyarakat, meningkatkan melek huruf masyarakat dan meningkatkan lama pendidikan 15 tahun atau jejang pendidikan masyarakat sampai setingkat pendidikan tinggi setara Diploma Tiga.

Pemantapan produksi pertanian terutama diwilayah pelosok Polewali Mandar dibarengi dengan peningkatan komoditi primer dan sekunder merupakan upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat untuk mencapai dimensi kehidupan yang layak.

Adalah tiga kesimpulan  dari Pertemuan Analisis Advanced Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Pare-Pare Propinsi Sulawesi Selatan dari tanggal 23- 25 Juni 2010 kerja sama dengan pemerintah Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat dengan Unicef, yang diikuti oleh para pelaksana perencana ——–termasuk penulis——— lingkup SKPD Polewali Mandar.

Sebenarnya pada pertemuan ini dibahas beberapa issu diantaranya.

  1. Capaian  atau gambaran Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Polewali Mandar beserta indicator dan variabel dari tahun 2006 sampai dengan tahun 2009, dan posisinya  yang sangat buntut  diantara kabupaten ditingkat Propinsi Sulawesi Barat.
  2. Upaya untuk mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Polewali Mandar dengan identifikasi beberapa factor yang berkontribusi besar pencapaian indicator-indikator IPM Polewali Mandar, tidak harus sama dengan faktor kontribusi IPM dari Daerah lain.
  3. Indeks Pembangunan Manusia Polewali Mandar yang masih berada di bahwa Indeks Pembangunan Propinsi Sulawesi Barat dan urutan terakhir dari 5 (lima) Kabupaten yang ada di Propinsi Sulawesi Barat, harus dipercepat peningkatannya, sekaligus juga dapat diintegrasikan dengan tujuan pencapaian Milinium Development Goals (MDGs) di tahun 2015.

Perlu diketahui bahawa Konsep yang dikembangkan dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indeks yang mengukur pencapaian keseluruhan suatu negara wilayah tertentu yang oleh negara Indonesia telah dikembangkan ketingkat propinsi dan kabupaten/kota  yang direpresentasikan dengan 3 dimensi yaitu

  1. Dimensi umur panjang dan sehat, yang dapat dilihat dari Indikator Angka Harapan Hidup pada saat lahir dihitung dari Anak yang Lahir hidup dan anak yang masih hidup dari seorang wanita yang telah nikah.
  2. Dimensi Pengetahuan, yang dapat dilihat dari indicator  Angka Melek Huruf dan Rata-Rata Lama Sekolah
  3. Dimensi Kualitas hidup yang layak, yang dilihat dari Indikator Pengeluaran Per kapita riil yang disesuaikan (disingkat PPP Rupiah)

Capaian Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Polewali Mandar dengan indicator dan variabel dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2009, dan posisinya ditingkat Propinsi Sulawesi Barat, dapat dilihat pada gambar berikut :

Variabel  Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Polewali Mandar sampai tahun 2009  pada tabel diatas yang berhubungan dengan hasil pembangunan kesehatan adalah harapan hidup, capaiannya berada pada usia 64 tahun, kisaran idealnya berada pada 25 tahun minimal dan 85 tahun maksimal. Artinya usia maksimal  umur panjang dan sehat belum mencapai umur maksimal 85 tahun, masih sering ditemukan kematian anak diusia muda misalnya saja kematian bayi yang masih tinggi  dan kematian ibu  yang fluktuatif serta kematian-kematian masyarakat lainnya karena kesakitan dan penyakit.

Untuk Angka melek huruf, yang kisaran makismalnya harusnya berada pada nilai 100 %, dan minimal 0 % untuk Kabupaten Polewali Mandar baru tercapai 89.83% —– masih ada sekitar 10 % yang buta huruf——–  dan Rata-rata lama sekolah masih sekitar  7 tahun, padahal nilai maksimanya harus berada pada angka 15 tahun yaitu maksimal seseorang harusnya mempunyai tingkat pendidikan setara sarjana muda dan nilai minimal 0 (nol) tidak tamat setingkat sekolah dasar.

Dan untuk variabel pengeluran perkapita masih sekitar Rp. 6.250.000, masih jauh dari kisaran maksimal Rp.7.327.200 tetapi hanya sedikit berada diatas kisaran target minimal Rp. 3.600.000.-

Dari variabel-variabel IPM tersebut kemudian didapat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) untuk Polewali Mandar masih sekitar 65.9, berada dibawah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulawesi Barat 68.55.

Catatan pada tabel diatas Angka IPM Polewali Mandar yang yang ada dalam kurung tahun 2007 (IPM=67.9) dan tahun 2008 (IPM=69.1) serta tahun 2009 IPM 74.6 —————- merupakan perhitungan (formula indeks) penulis  berdasarkan variabel penyusun dan nilai masikmal dan minimal dari IPM yang ditetapkan-————– jelas sangat jauh berbeda, bisa jadi BPS Propinsi Sulawesi Barat telah salah dalam perhitungannya dan memang salah kalau menggunakan rumus penentuan  IPM, sehingga mempengaruhi rangking diantara kabupaten lain di Propinsi Sulawesi Barat bahkan Indonesia.

Faktor-Faktor yang berkontirbusi Besar terhadap Pencapaian IPM Polewali Mandar. Hasil diskusi pertemuan Analisis Advanced IPM Polewali Mandar yang dibagi dalam tiga Kelompok  berdasar indicator IPM yaitu kelompok dimensi umur panjang dan sehat, kelompok  dimensi pengetahuan dan kelompok dimensi kehidupan yang layak.

Kelompok Satu  dengan dimensi umur panjang dan sehat

Hasil diskusi kelompok ini berhasil mengidentifikasi titik kritis sekaligus juga merupakan strong point penurunan Angka Kematian Bayi dan juga Angka Kematian Ibu sebagai factor utama dari variabel  Angka Lahir Hidup (ALH) dan Angka Masih Hidup (AMH) dari anak seorang wanita yang telah nikah sebagai indicator utama dari Angka Harapan Hidup. Titik kritis dan atau strong point tersebut adalah Status Gizi Ibu Hamil.

Status Gizi Ibu Hamil ini dipilih dari penyebab utama kematian bayi di Polewali Mandar  yaitu bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (35%), Disamping itu diambil dari  penyebab utama kematian ibu di Polewali Mandar  yaitu pendarahan (45%).

Bayi yang mengalami Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) yang kemudian meninggal dunia, sudah sangat jelas factor utamanya adalah bayi tersebut tidak cukup mengkonsumsi kebutuhan gizi embrio/janin, sementara itu sumber dari kebutuhan gizi embrio/janin adalah kebutuhan gizi ibu hamil. Ketidak cukupan kebutuhan gizi ibu hamil, bukan saja harus memperhatikan gizi ibu, tetapi juga harus memperhatikan kebutuhan gizi embrio/janin.

Sementara itu ibu maternal (ibu hamil, ibu bersalin dan ibu nifas) yang meninggal karena pendarahan, kalau dilihat dari factor ibunya, dapat dipastikan ibu tersebut mengalami kekurangan gizi  alias status gizinya kurang, bisa karena kurang gizi makro bisa juga karena kurang gizi mikro ataupun keduanya. Jelasnya kekurangan gizi pada ibu hamil bukan saja membuat ibu menjadi lemah —–tidak cukup kuat untuk melahirkan—–juga karena produksi hormon oxitocin berkurang, yang sebagai fungsi utamanya memberian kontraksi untuk menghentikan proses pendarahan.

UNICEF memang merekomendasikan persalinan tenaga kesehatan atau karena kekurangan tenaga penolong persalinan dari tenaga kesehatan, maka dilakukan kemitraan bidan dan dukun. Rekomendasi tersebut hanya dilihat dari sisi pemberi pertolongan persalinan. Dari sisi ibu hamil, factor gizinya sangatlah menentukan penyebab dari kematian bayi dan penyebab kematian ibu maternal.

Kelompok dua dengan dimensi Pengetahuan

Hasil diskusi kelompok Angka Melek Huruf dan lama sekolah atau Kelompok dimensi Pengetahuan, persoalan di Kabupaten Polewali Mandar  masih berkisar pada anak-anak yang putus sekolah dan anak-anak yang tidak melanjutkan pendidikannya pada jenjang yang lebih tinggi serta yang lebih sulit ditangani adalah anak-anak yang tidak mau sekolah. Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan  dimensi pengetahuan —– bebas buta huruf dan pendidikan maksimal setara Sarjana Muda adalah masih berkisar pada program pendidikan gratis 9 tahun plus 3 tahun beasiswa dan akses pendidikan tinggi yang terjangkau oleh masyarakat.

Kelompok ketiga dengan dimensi kehidupan yang layak

Hasil diskusi kelompok daya beli atau kelompok dengan dimensi kehidupan yang layak, secara garis besar berkisar pada masalah mata pencaharian penduduk Kabupaten Polewali Mandar masih sekitar 64% adalah petani —————— sebagian besar adalah penggarap terutama diwilayah pelosok Polewali Mandar, yang nasipnya sangat berbeda  (terbelakang) dengan  masyarakat yang berada disepanjang jalan propinsi———– dan rendahnya komoditi primer dan sekunder. Solusi yang ditawarkan untuk meningkatkan indicator daya beli adalah pemantapan produktifitas pertanian yang dibarengi dengan peningkatan komoditi primer dan sekunder.

Dimensi kehidupan yang layak ini bila tercapai atau dilihat dari adanya pencapaian pengeluaran perkapita rata-rata pertahunnya sebesar Rp. 7.320.720.- (Perkiraan maksimum pada akhir Pembangunan Jangka Panjang ke dua tahun 2018), akan sangat mempengaruhi secara tidak langsung dimensi pengetahuan dan dimensi  umur induvidu yang panjang dan sehat, dengan catatan sarana dan prasarana pendidikan ————— dengan tingkat melek hurup 100% dan pendidikan masyarakat setingkat pendidikan Tinggi Diploma Tiga atau lama pendidikan 15 tahun —————- dan kesehatan telah mudah diakses ———- kematian bayi dan ibu dan bayi dapat ditekan melalui strongpoint Peningkatan Status Gizi Ibu Hamil untuk mencapai  umur yang panjang dan sehat bagi setiap anak-anak yang dilahirkan dan setiap induvidu  masyarakat Polewali Mandar dengan usia maksimal 85 tahun. Itulah Konsep ideal  dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang telah berumur 20 tahun, tetapi masih sangat sulit untuk dicapai meskipun telah 10 tahun didorong dengan Kesepakatan Millennium Development Goals (MDGs) yang ditandatangi oleh 189 Negara termasuk Indonesia.

——————————————————–

Baca Artikel Terkait

  1. Tiga Unsur Utama Penyebab Langsung Kematian Ibu
  2. Laporan Status Gizi dan Pemantauan Pertumbuhan Balita.
  3. Memprediksi Kematian Ibu dan Bayi di Polewali Mandar
  4. Proyeksi dan Prediksi Kebijakan Kesehatan Polewali Mandar.
  5. Indeks Komposit MDGs (IKMDGs) Kesehatan Ibu adalah Prioritas
  6. Kepedulian pada Persalinan Ibu Masih Sangat Rendah.
  7. Identifikasi Kematian Ibu Karena Pendarahan di Polewali Mandar
  8. Indikator Goals Kelima MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu
  9. Indikator MDGs ke Empat : Menurunkan Kematian Anak
  10. Capaian MDGs Penurunan Angka Kematian Anak di Polewali Mandar
  11. Capaian MDGs Peningkatan Kesehatan Ibu di Polewali Mandar
  12. Anak dan Hak Anak Memperoleh Pelayanan Kesehatan
  13. Penyebab (etiologi) Diare di Polewali Mandar Belum Di Intervensi
  14. Kebutuhan Gizi Embrio dan Paradigma Baru Perbaikan Gizi Masyarakat
———————————————————————–

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

About these ads

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

2 Responses to Analisis Rata-Rata Indeks Pembangunan Manusia Polewali Mandar

  1. ZAKIR mengatakan:

    Luar biasa, Salut!!!

  2. prayitno lanange jagat mengatakan:

    OK. Tapi perlu di ingat bahwa 3 indikator IPM tidak hanya di dominasi oleh Faktor Kesehatan, Pendidikan maupun ekonomi ada faktor antara seperti jumlah anak, agama, maupun keluarga dalam melaksanakan fungsi keluarga juga harus diperhatikan artinya faktor lingkungan keluarga, keluarga akan mempengaruhi indikator hidup sehat dan panjang umur maupun pengaruh ke pengetahuan dalam akses pendidikan

    terima kasih selamat berjuang untuk indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 88 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: