Kematian Ibu dan Bayi terjadi disekitar Tenaga Kesehatan

Polewali Mandar Sulawesi Barat. @arali2008.– Penurunan Angka Kematian ibu dan bayi merupakan salah masalah besar di Negeri ini, tak terkecuali Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, karena angka kematian ini disamping menunjukkan gambaran derajat kesehatan khususnya yang berhubungan dengan status kelangsungan hidup disuatu wilayah, juga sebagai sebagai gambaran Indeks Pembangunan Manusia di suatu wilayah.

Namun di sayangkan,  kematian ibu dan bayi justru banyak terjadi disekitar tenaga kesehatan. yang notabenya adalah tujuan akhir atau misi dari setiap upaya kesehatan adalah menjadi tanggung jawab  petugas kesehatan.

Karena pentingnya angka kematian ini maka semua stakeholder terutama mereka yang bekerja di bidang kesehatan harus mempunyai perhatian yang menyeluruh dalam melakukan setiap pelayanan kesehatan, yaitu dengan tujuan akhir  menurunkan angka kematian ibu dan bayi sampai ketitik angka NOL kecuali kematian akibat kecelakaan.

Namun ini semua sangat ironis, Laporan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat menujukkan bahwa angka kematian ibu dan bayi 45-75 % terjadi disekitar Tenaga Kesehatan. Anda Bisa lihat pada Gambar dan Tabel dibawah ini. Namun sebelumnya coba Anda simak  Hasil Audit Kematian Non Klinis.

“Polewali di bulan Mei 2007 seorang ibu hamil yang siap melahirkan menolak anjuran dokter puskesmas untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit, ” tidak ! mau dirumah saja!” kata sang ibu dengan ekpresi ketidak berdayaan. Akhirnya ia harus mencoba untuk melahirkan dengan pertolongan dukun, Karena bayi tidak segera keluar bidanpun didatangkan dan oleh bidan merujuknya ke RS, karena tidak mendapatkan pelayanan di RSU Polewali seorang ibu yang siap melahirkan harus meninggal dunia.”

“Sumarang, 18 Juli 2007. Seorang ibu yang hamil (usia 15 tahun resiko tinggi ), ia tidak menyadari ataupun tidak merasa berhak untuk mendapatkan ANC ataupun bidan yang berada diwilayah kerjanya tidak merasa wilayah kerjanya sebagai tanggung jawabnya. Tiba waktu melahirkan, perasaan mules mulai menembus belakangnya, lima jam ia merasa tersiksa, hingga akhirnya pecah ketuban, tampa ada dukun maupun bidan. Dukun apa adanyapun dipanggil (dukun Laki-laki), bayi pun lahir dengan selamat. Besoknya ibu tersebut mulai merasa sakit dada, kejang dan demam, karena keadaan mulai para, bidan pun baru dipanggil, bidan tidak bisa berbuat banyak, pasien diperintahkan untuk dirujuk, tapi keluarga menolak, akhirnya ibu meninggal dunia.”

Kabupaten Polewali Mandar yang terdiri dari 4 wilayah ( Pantai, Daratan Rendah, Pengunungan dan sepanjang aliran sungai ), Kematian banyak terjadi disekitar wilayah pantai dan daratan rendah yang notabenenya adalah wilayah padat penduduk, tempat kerja dan domisili petugas kesehatan tentunya termasuk tenaga kebidanan dan juga yang terpenting adalah tempat dimana terdapat berbagai sarana kesehatan ( Puskesmas, Praktek swasta kebidanan, dan pusat rujukan Rumah Sakit Umum Polewali ). Rumah Sakit Umum Polewali misalnya ditahun 2006-2007 sebanyak 48 % dari 315 kematian yang ada di Rumah Sakit tersebut adalah kematian Janin Dalam Rahim (KJDR). Dua kasus diatas dan tentunya masih banyak kasus yang lainnya  tenaga kesehatan seakan tidak berdaya menghadapi  masalah-masalah maternal, walaupun diakui banyak juga masalah-masalah maternal yang telah berhasil di lakukan oleh tenaga kesehatan.

Pertanyaannya adalah “Ada apa dengan petugas kesehatan dan sarana kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar.”? Hasil Kajian WHO pada Negara-negara berkembang (lihat gambar samping) mungkin bisa menjawab permasalahan ini. Bahwa banyaknya kematian ibu dan bayi disebabkan kurangnya skill dalam melakukan Pelayanan Maternal ( pelayanan ibu hamil, persalinan dan masa nifas ), semakin kurang skill para provider kesehatan dalam pelayanan maternal semakin banyak terjadinya kematian ibu dan bayi di suatu wilayah.

Solusi masalah ini adalah

  1. Tingkat Kemampuan “SKILL” para provider pemberi pelayanan kesehatan maternal setiap saat.
  2. Ibu hamil disekitar kita tenaga kesehatan maupun setiap orang yang kontak dengan mereka adalah teman terdekat ” Ibu hamil kamu tidak sendiri”
  3. Dan yang terakhir adalah Kematian ibu dan bayi “jangan terjadi disekitar kita” Ketika ada ibu hamil disekitar kita dan ketika itu juga tidak ada kepedulian maka 75 % ibu hamil tersebut terancam kematian kalau bukan ibunya maka bayinya.

Demikian simpulan singkat beda gambar dan tabel kematian ibu dan bayi yang terjadi di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat, Antara Dinas Kesehatan dan KB Kabupaten  Polewali Mandar dan Staf Lapangan Unicef Ibu Mildret Pantaow wilayah Sulaweisi Barat

Baca Artikel terkait

  1. Mengitung Kebutuhan (Gizi) Air
  2. Cara Praktis Mendeteksi gizi Buruk dengan Menggunakan berat  Badan Ideal
  3. Menghitung Berat Badan Ideal Ibu Hamil
  4. Pemberian Kapsul Vitamin A  pada balita di Polewali Mandar
  5. Ada Gizi Buruk Di Tengah-tengah Kelebihan Berat Badan Orang Dewasa
  6. Perdebatan Angka Kematian Ibu
  7. Hasil Audit Non Klinis Kematian Ibu dan Bayi
  8. Mama Aku Mau Mati

Blogger @arali2008

Opini dari Fakta Empiris Seputar Masalah Epidemiologi Gizi dan Kesehatan
di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia

About these ads

Perihal Arsad Rahim Ali
Adalah pemilik dan penulis blog situs @arali2008. Seorang pemerhati -----OPINI DARI FAKTA EMPIRIS----seputar masalah epidemiologi gizi dan kesehatan di wilayah kabupaten Polewali Mandar. Dapat memberikan gambaran hasil juga sebagai pedoman pelaksanaan Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Polewali Mandar Propinsi Sulawesi Barat Indonesia. Tertulis dalam blog situs @arali2008 sejak 29 Februari 2008.

4 Responses to Kematian Ibu dan Bayi terjadi disekitar Tenaga Kesehatan

  1. hetappelf mengatakan:

    All good !!!!!

  2. bidanpurnama mengatakan:

    pada inti nya tenaha kesehatan ingin selalu memberikan yang terbaik..
    thanks….
    link download kebidanan

  3. Kreta mengatakan:

    I just found this blog a while back when a friend suggested it to me. I have been a regular reader ever since.

  4. PeGe mengatakan:

    Hamil 15 tahun?
    Jadi ingat Lutfiana Ulfah..

    Makanya,, pastikan bidan anda: BIDAN DELIMA… =)

    @arali2008 menjawab
    bukan bidan tapi komisi/komite perlindungan anak yang harus aktif mencegah perkawinan anak dibawah umur. Dan Oleh KPA Polewali Mandar sekarang sudah mulai bekerja..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.387 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: